Senin, 25 Januari 2016

NGASANG DESA ONE MANGGARAI BARAT


Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Republik Indonesia.

http://www.organisasi.org/1970/01/daftar-nama-kecamatan-kelurahan-desa-kodepos-di-kota-kabupaten-manggarai-barat-nusa-tenggara-timur.html

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kota/Kabupaten : Manggarai Barat


1. Kecamatan Boleng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Boleng di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Batu Tiga (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Ketak (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Lujang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Sepang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Mbuit (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pontianak (Tanjung Pontianak) (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pota Wangka (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Sepang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Tanjung Boleng (Kodepos : 86754)

2. Kecamatan Komodo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Komodo di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Batu Cermin (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Bilas (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Mori (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Pongkor (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Gorontalo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Komodo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Labuan Bajo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Macang Tanggar (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Nggorang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Papa Garang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pasir Panjang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pasir Putih (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Tiwu Nampar (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Wae Kelambu (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Warloka (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Watu Nggelek (Kodepos : 86754)

3. Kecamatan Kuwus
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kuwus di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Benteng Curu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Coal (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Compang Kules (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Compang Suka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Lewe (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Poleng (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Riwu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Ruu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Wedong (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Kasong (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Kolang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lawi (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lewur (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lumut (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Momol (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Nantal (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Ndoso (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Pangga (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Pong Narang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Raka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Ranggu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Sama (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tengku (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tentang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tueng (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Wae Buka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Waning (Kodepos : 86752)

4. Kecamatan Lembor
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lembor di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Benteng Dewa (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Daleng (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Kakor (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Lalong (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Munting (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Nanga Bere (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Nanga Lili (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Ngancar (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Poco Rutang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pondo (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pong Majok (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Ponto Ara (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Repi (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Siru (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Surunumbeng (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Tangge (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Bangka (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Kanta (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Mose (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Wako (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Watu Waja (Kodepos : 86753)

Kec. Lembor Selatan

15 buah desa yaitu
  1. Benteng Dewa, 
  2. Benteng Tado, 
  3. Kakor, 
  4. Lalong, 
  5. Lendong, 
  6. Modo, 
  7. Munting, 
  8. Nangabere, 
  9. Nangalili, 
  10. Repi, 
  11. Suru Numbeng, 
  12. Wae Mose, 
  13. Watu Rambung, 
  14. Watu Tiri dan 
  15. Watu Waja

5. Kecamatan Macang Pacar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Macang Pacar di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bari (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Compang (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Golo Lajang (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Kombo (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Loha (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Mbakung (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Nanga Kantor (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Nggilat (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Pacar (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Raba (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Rego (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Rokap (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Wontong (Kodepos : 86756)

6. Kecamatan Sano Nggoang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sano Nggoang di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Cunca Lolos (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Cunca Wulang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Damu (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Desat (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Kempo (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Leleng (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Manting (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Mbu (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Ndaring (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Ndoal (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Sembea (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Sengang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Tantong (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Kempo (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Liang Ndara (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Mata Wae (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Nampar Macing (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Sano Nggoang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Tandong/Tondong Belang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Tiwu Riwung (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Jare (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Lolos (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Sano (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Watu Wangka (Kodepos : 86757)

7. Kecamatan Welak
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Welak di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Dunta (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Galang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Golo Ronggot (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Gurung (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Lale (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Orong (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pengka (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pong Welak (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Rehak (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Semang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Watu Umpu (Kodepos : 86753)

NGASANG DESA ONE MANGGARAI TIMUR


Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kota/Kabupaten : Manggarai Timur


1. Kecamatan Borong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Borong di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bea Ngencung (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Benteng Raja (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Benteng Riwu (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Kantar (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Lalong (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Loni (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Meleng (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Ros (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Rutuk (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Gurung Liwut (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Kota Ndora (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Nanga Labang (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Ngampang Mas (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Poco Rii (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rana Loba (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rana Masak (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rondo Woing (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Sano Lokom/Lokon (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Satar Lahing (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Sita (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Torok Golo (Kodepos : 86571)

2. Kecamatan Elar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Elar di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Biting (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Gising (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Lebo (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Lijun (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Linus (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Munde (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Wuas (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Haju Ngendong (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Langgasai (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Legur Lai (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Lempang Paji (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Lengko Namut (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Nanga Meje (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Paan Waru (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Rana Gapang (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Rana Kulan (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sangan Kalo (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sipi (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sisir (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Teno Mese (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Tiwu Kondo (Kodepos : 86581)

3. Kecamatan Kota Komba
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kota Komba di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bamo (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golo Nderu (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golo Tolang (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golomeni (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Gunung Mute (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Komba (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Lembur (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Mbengan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Mokel (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Paan Leleng (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Pong Ruan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rana Kolong (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rana Mbeling (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rongga Koe (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Ruan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Tanah Rata (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Watu Nggene (Kodepos : 86572)

4. Kecamatan Lamba Leda
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lamba Leda di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Compang Deru (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Compang Mekar (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Compang Necak (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Lembur (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Mangung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Munga (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Nimbung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Rentung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Goreng Meni (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Lencur (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Liang Deruk (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Nampar Tabang (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Satar Padut (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Satar Punda (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Tengku Leda (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Tengkulawar (Kodepos : 86582)

5. Kecamatan Poco Ranaka
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Poco Ranaka di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Arus (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bangka Kuleng (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bangka Pau (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bea Waek (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Benteng Rampas (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Compang Laho (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Compang Wunis (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Lero (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Lobos (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Ndari (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Nderu (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Gurung Turi (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Lenang (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Leong (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Mando Sawu (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Melo (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Nggalak Leleng (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Ngkiong Dora (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Pocolia (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Pocong (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Rende Nao (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Rengkam (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Satar Tesem (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Tango Molas (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Ulu Wae (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Wangkar Weli (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Watu Arus (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Watu Lanur (Kodepos : 86583)

6. Kecamatan Sambi Rampas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sambi Rampas di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Buti (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Compang Congkar (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Golo Ngawan (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Golo Wangkung (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Lada Mese (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Baras (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Mbaling (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Mbaur (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Pota (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Rana Mese (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Satar Nawang (Kodepos : 86584)

SAMA NGASANG BEO one Manggarai

1. Wela, Cancar = Wela, Cibal
2. Maras, Cancar = Maras, Lembor
3. Lando, Ruteng = Lando (Ndoso / Kuwus) = Lando (Terang)
4. Todo, Satarmese Barat = Todo (Ndoso) = Tado (Kolang)
5. Karot (Lelak) = Karot (Lembor)
6. Pandang, Arus, Lamaleda = Pandang (Lembor)
7. Pora, Todo = Pora (Ndoso)
8. Borong (Borong, MaTim) = Borong (Kolang)
9. Gurung (Cibal) = Gurung (Welak)
10. Leda (Ruteng) = Leda (Kolang)
11. Poka (Ruteng) = Poka (Welak / Lembor) = Poka (Rahong Utara) = Poka (Lembaleda)
12. Mata Wae (Lembor) = Matawae (Nunang - Golo Mori)
13. Lawi (Ndoso, Kuwus) = Lawi (Kolang)
14. Paka (Iteng) = Paka (Watumese, Borong)
15. Lumu (Tilir, Borong) = Lumu (Cancar, Ruteng) = Lumu (Ndoso)
16. Lait (Wae Lengga) = Lait (Rahong)
17. Kakor (Rahong) = Kakor (Reweng, Lembor)
18. Lewat (Kuwus) = Lewat (Rego)
19. Purang (Rahong) = Purang (Todo)
20. Wangkung (Rahong) = Wangkung (Boleng)
21. Bilas (Ruteng) = Bilas (Ranggu)
22. Rawuk (Ndoso) = Rawuk (Kolang)
23. Pering (Reok) = Pering (Lelak)
24. Robo (Ruteng) = Robo (Welak)
25. Sewar (Welak) = Cewar (Reok / Lambaleda)
25. Ketang (Lelak) = Ketang (Borong)
26. Welu (Colol) = Welu (Ndoso / Kuwus)
27. Belang (Riwu) = Belang (Belang Lesa = Wela)
28. Rentung (Cancar) = Rentung (Tilir)
29. Latung (Cibal) = Latung (Pacar)
30. Kuwu (Rahong) = Kuwu (Ruteng)= Kuwu (Pagal)
31.Daleng (Lembor) = Daleng (Welak / Kolang)
32. Wol (Kolang) = Wol (Welak / Lembor)
33. Perang (Lembor) = Perang (Borong)
34. Popo (Lembor) = Popo (Satarmese)
35. Lamba (Ketang) = Lamba (Tilir, Borong) = Lamba (Cibal)
36. Pela (Lembor) = Pela (Todo)
37. Ntangis (Welak) = Ntangis (Riwu, Borong)
38. Lambur (kolang) = Lambur (Kempo / Boleng)
39. Bajak (Pacar) = Bajak (Reok)
40.Wunis (Terang) = Wunis (Lambaleda / Congkar)
41.Copu (Reo) = Copu (Rahong Utara)
42. Ntala (Terang / Boleng) = Ntala (Rahong Utara)
43. Wontong (Lembor) = Wontong (Reok)
44.Toe (Reok) = Toe (Kempo / Boleng)
45. Lalang (Cibal) = Lalang (Welak / Lembor) = Lalang (Torok Golo - Borong)
46. Lujang (Cibal) = Lujang (Rahong)
47. Ndoso (Ndoso, Mabar)= Ndoso (Lembor)= Ndoso (Cibal)
48. Kois (Cibal) = Kois (Satarmese / Lembor)
49. Lecem (Cibal) = Lesem (Pacar)
50.Deru (Mukun) = Deru (Ndoso)
51. Lawir (Ruteng) = Lawir (Lambaleda)
52. Muwur (Ndoso) = Muwur (Lambaleda)
53.Pau  (Ruteng) = Pau (Pacar ?) = Pau
54.Lale (Iteng) = Lale (Welak)
55.Lalong (Ruteng) = Lalong ( Kakor, Lembor)
56.Copu (Rahong) = Copu (Ruis. Reok)
57.Noa (Pacar) = Noa (Kempo / Boleng)
58.Lait (Kakor - Rahong = Lait (Lete , Kota Komba)
59. Lalong (Ruteng) = Lalong (Pacar)
60.Langkas (rahong)= Langkas (Cibal)
61. Pandang (Lembong) = Pandang (Arus, Lambaleda).
62.Tango (Ketang, Lelak) = Tango (Manggarai Timur)
63.Tando (Lembor) = Tando (Golo Tando - Masang Pacar).
64. Kalo (Ndoso) = Kalo (Welak)
65. Lempe (Ruteng) = Lempe (Kolang / Welak, Manggarai Barat)
66. Kaca (Cibal) = Kaca (Sita, Rana Mese) = Kaca (Lembor) = Kaca (Boleng, MaBar).
67. Pau (Ruteng) = Pau (Rahong Utara) =Pau (Welak?)
68. Galang (Rahong Utara) = Galang (Welak)= Galang (Kempo).  (30-9- 2022).








53.



JPS 25 - 26 Jan. 2016

Rabu, 20 Januari 2016

CONGKA SAE


  CONGKA SAE
congka sae,,, adalah sebuah tarian adat yg di lakukan pada saat ipacara adat 
1. congko lokap: peresmian rumah gendang baru
2. roi kunceng; APA BILA rumah adat terjadi kebakaran. 
3. kapu naka: memuja atau mengucap syukur kepada tuhan atas segala yg telah dicapai,.
didownload pad Kamis, 21 Januari 2016 di JPS, pkl 13:50
 https://www.youtube.com/watch?v=NwENWkJZwk0


Sistem Kekerabatan Manggarai


Sistem Hubungan Kekerabatan Manggarai

https://yorisdampuk93.wordpress.com/life/sistem-hubungan-kekerabatan-manggarai/


MEMAHAMI SISTEM HUBUNGAN KEKERABATAN
DALAM MASYARAKAT MANGGARAI



  1. I.       PENDAHULUAN
Sistem-sistem yang berlaku di dalam masyarakat mendukung perkembangan dan peradaban masyarakat tersebut. Sistem-sistem yang ada menjadi dasar yang utuh demi keberlangsungan masyarakat. Salah satu sistem yang sangat berpengaruh ialah sistem kekerabatan. Sistem ini pula yang membedakan antara beragam budaya dalam masyarakat. Sistem kekerabatan juga mengandung arti tentang cara seorang individu menempatkan dirinya dalam masyarakat dan memudahkannya dikenal dalam masyarakat tertentu. Makna hubungan kekerabatan di Manggarai mempunyai berbagai aspek yang dihayati antara lain pertalian darah, kedekatan tempat tinggal, hubungan perkawinan yang memudahkan masyarakat untuk mengedepankan semangat nilai persatuan dan kesatuan masyarakat Manggarai.
Dalam budaya Manggarai, sistem kekerabatan pun berlaku seperti yang dikaji oleh antropolog, Claude Levi-Strauss. Ia mengatakan adanya 3 asas kekerabatan (kinship relationship) yaitu asas hubungan darah (a relation of consanguinity), asas hubungan kekerabatan karena hubungan perkawinan (a relation of affinity) dan hubungan keturunan (a relation of afililation). Sebagai sebuah wilayah dengan beragam masyarakat, Manggarai memiliki sistem budaya yang khas dan yang membedakannya dengan masyarakat budaya lain. Selain sebagai identitas masyarakat berbudaya, kebudayaan ini juga diyakini menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat Manggarai dari waktu kewaktu .
Dalam tulisan ini, penulis membahas tentang sistem kekerabatan dalam masyarakat Manggarai. Sistem kekerabatan ini pulalah yang telah dan akan terus mengatur relasi dalam masyarakat Manggarai agar tidak terjadi kesalahan yang menimbulkan permasalahan yang bisa merusak tatanan hidup  masyarakat berbudaya tetapi berada pada jalur yang sama, benar dan baik.
II. SISTEM KEKERABATAN PADA MASYARAKAT MANGGARAI
2.1. Berdasarkan Hubungan Perkawinan
            Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan perkawinan dapat dipahami sebagai hubungan seorang individu dengan istri yang juga menghubungkan saudara-saudari kandung kedua-belah pihak.Secara umum ada dua istilah yang menekankan aspek perkawinan dalam budaya Manggarai yaitu:

  1. a.      Wa’u/asekae
Wa’u/asekae adalah keluarga kerabat yang terbentuk berdasar keluarga patrilinear (garis keturunan ayah), baik yang hidup dalam satu kampung maupun yang hidup terpencar-pencat karena pendidikan, tugas, dll. Dalam keluarga bahwa semua anak laki-laki disebut ata one (orang dalam). Anak laki-laki disebut ata one karena tergolong keluarga patrilinear. Setelah anak lak-laki kawin, ia tetap tinggal pada kampung kelahirannya, kampung orang tua kandungnya sendiri. Ada juga anak laki-laki yang setelah kawin tinggal pada kampung kelahiran istrinya tetapi ia tetap disebut asekae/wa’u oleh anggota patrilinearnya (saudara laki-laki lain di marga orangtua kandungnya. Pria yang setelah kawin menetap pada kampung kelahiran istrinya/pada marga orang tua kandung istri, maka laki-laki itu disebut asekae ata kaeng olo/asekae ata kaeng peang (keluarga kerabat patrilinear yang tinggal di luar).
  1. b.      Woenelu
Woenelu adalah keluarga kerabat yang terbentuk atas dasar hubungan perkawinan antara kedua keluarga kerabat, anak rona (keluarga kerabat pemberi istri) dan anak wina (keluarga penerima istri). Istilah woenelu adalah gambaran kedekatan hubungan antara keluarga anak rona dengan anak wina. Hubungan ini bersifat temporer (salang tuak), melainkan bersifat kekal (salang wae).
Dalam masyarakat Manggarai, ada tiga cara yang mengatur sistem perkawinan, yakni:
2.1.1.  Perkawinan Tungku
Perkawinan jenis ini juga disebut crosscousin unilateral. Tungku adalah bentuk perkawinan dengantujuan mempertahankan hubungan woe nelu, hubungan antara anak rona dengan anak wina yang sudah terbentuk akibat perkawinan cangkang. Laki-laki dan perempuan yang melakukan kawin tungku biasaa disebut laki one dan wai leleng one.Pemuda yang laki one dapat berarti pria yang kawin tungku, juga berarti perkawinan terjadi di dalam atau di sekitar kampung asalnya.Demikian pula terhadap wanita yang wai leleng one. Berbicara tentang paca untuk orang yang laki one dan wai leleng one tergantung pada jenis tungku.
  • Tungku cu
Tungku cu adalah perkawinan yang terjadi antara anak laki-laki dari saudari kandung  dengananak perempuan dari saudara kandung. Karena begitu kuatnya penerapan dan pemahaman perkawinan jenis ini, maka kalau anak wina hendak mengadakan tungku maka berarti perkawinan tungku yang dimaksud adalah antara anak kandung dari saudari perempuan dengan anak kandung dari saudara kandung laki-laki.
  • Tungku neteng nara
Tungku neteng nara merupakan perkawinan yang ada hubungan darah antara anak dai perempuan sepupu dengan anak dari saudara laki-laki sepupu.
  • Tungku anak rona musi
Tungku anak rona musimerupakan perkawinan hubungan darah dengan keluarga  pemberi istri mertua laki-laki. Dalam segi adat Manggarai perkawinan ini bukan perkawinan tabu tetapi perkawinan ini dianggap melangkahi anak ronadungka. Perkawinan jenis ini sah secara adat.
2.1.2. PerkawinanCangkang
Cangkang adalah bentuk  perkawinan yang terjadi di luar suku atau perkawinan antarsuku. Dalam bahasa adatnya disebut laki pe’ang (anak laki-laki yang kawin di luar suku) atau wai pe’ang (anak wanita yang kawin di luar suku). Orang yang laki pe’ang atau wai pe’ang membuka jalur hubungan baru dengan suku-suku lain. Dengan itu keluarga besar memiliki jangkauan hubungan yang  lebih lebar dan luas dengan woe nelunya(woe nelu merupakan keluarga kerabat yakni anak wina dan anak rona). Dari praktek orang tua tempo dulu, orang yang laki pe’ang bukan sembarang orang. Biasanya dari kalangan keluarga yang mampu membayar belis karena berhubungan dengan harga diri dan martabat dari kedua belah pihak, antara keluarga pria dan wanita.

2.1.3. Perkawinan Cako
            Cako adalah bentuk perkawinan yang terjadi dalam suku sendiri. Biasanya dilakukan pada anak laki-laki dari keturunan adik dan anak perempuan dari keturunan kakak. Kawing cako juga berarti perkawinan anak saudara sepupu dalam garis patrilineal dan antara sesama keluarga kerabat anak wina (keluarga penerima istri). Disebut juga sebagai perkawinan cako cama tau. Perkawinan cako biasanya orang tua mulai mencobanya pada lapisan ketiga atau lapisan keempat dalam daftar silsilah keluarga. Karena menurut adat Manggarai, tidak semua perkawinan cako direstui Mori agu ngaran (Tuhan Pencipta). Orang Manggarai percaya bahwa Tuhanlah yang menentukan apakan perkawinan itu direstui atau tidak. Ada bukti bahwa perkawinan cako tidak direstui, bahwa kedua insan yang menikah itu mati pada usiamuda sebelum memperoleh anak.Perkawinan cako cama salang artinya perkawinan yang dilangsungkan dengan sesama anak wina. Dalam konteks ini belis tidak dituntut sesuai dengan kemampuan kita. Berlaku ungkapan tama beka salang agu beka weki(yang terpenting terjadi hubungan kekeluargaan).

NB, catatan dari JeF: contoh cako (sako): Nesty Nami (dari Wela, Kab. Manggarai) dengan Mias dari Sama (Kuwus, Manggarai Barat). Sama-sama dari suku yang sama (Maras Welo). Sama-sama satu leluhur. Orang Maras Welo tersebar di Wela, Goloworok, Sama dan Senda / Lewur.


Istilah-istilah yang ada pada sistem kekerabatan berdasarkan hubungan perkawinan  ini adalah:
ü  Anak rona dan anak wina
Dalam konteks budaya Manggarai yang dimaksudkan anak rona adalah pihak pemberi istri atau keluarga asal istri, sedangkan anakwina merupakan sebutan untuk keluarga dari pihak suami.
ü  Kesa dan ipar
Kesa merupakan panggilan untuk saudara dari istri, sedangkan ipar merupakan panggilan untuk saudari dari suami.
ü   Inang dan amang
Inang  merupakan panggilan untuk mama mantu, sedangkan amang merupakan panggilan untuk bapa mantu.
ü  Wina dan rona
Wina merupakan panggilan untuk seorang istri oleh suaminya, sedangakan rona merupakan panggilan untuk seorang suami oleh istrinya.

2.2   Berdasarkan Hubungan Keturunan
            Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan keturunan  merupakan hubungan seorang individu dengan istri dan anak-anak kandungnya sendiri. Dalam masyarakat Manggarai, ada beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem kekerabatan ini, yakni:
  • Ema
Ema merupakan panggilan untuk seorang ayah oleh anak-anaknya.
  • Ende
Ende merupakan panggilan untuk seorang ibu oleh anak-anaknya.
  • Nana
Nana merupakan panggilan untuk anak laki-laki oleh orang tuanya.
  • Enu
Enu merupakan panggilan untuk anak perempuan oleh orang tuanya.



 2.3  Sistem Kekerabatan Berdasarkan Hubungan Darah
Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan darah merupakan hubungan seorang individu dengan saudara-saudari kandungnya. Dalam masyarakat ada beberapa istilah yang terdapat dalam sistem ini, yakni:
  • Nara
Nara  merupakan panggilan untuk saudara oleh saudarinya.
  • Weta
Weta merupakan panggilan untuk seorang saudari oleh saudaranya.
  • Ase
Ase merupakan panggilan untuk seorang adik oleh kakanya.
  • Kae
Kae merupakan panggilan untuk seorang kakak oleh adiknya.

Secara umum, beberapa istilah yang dikenal dalam sistem kekerabatan Manggarai antara lain wae tua (turunan dari kakak), wae koe (turunan dari adik), ana rona (turunan keluargamama), ana wina (turunan keluarga saudara perempuan), amang (saudara lelaki mama), inang (saudara perempuan bapak), ema koe (adik dari bapak), ema tua (kakak dari bapak), ende koe (adik dari mama), ende tua (kakak dari mama), ema (bapak), ende (mama), kae (kakak), ase (adik), nana (saudara lelaki), dan enu (saudara wanita atau istri).

III. PENUTUP
            Hubungan kekerabatan dalam masyarakat Manggarai menggambarkan betapa pentingnya hubungan tersebut. Ketiga asas hubungan kekerabatan masih dapat dipertahankan oleh masyarakat Manggarai agar keturunan yang diperoleh lewat hubungan perkawinan, keturunan dan darah dapat terjaga dengan baik. Budaya Manggarai menekankan aspek keseragaman dalam menjalankan hubungan kekerabatan yang pasti agar tidak membingungkan anak dan cucu masyarakat Manggarai di kemudian hari.

Selasa, 12 Januari 2016

PERANG CIBAL VS TODO - versi media Floresa







Sejarah Kekuasaan di Manggarai Raya, dari Perang Todo vs Cibal, Hingga Pilkada Langsung

 http://www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/

3865






Rumah Adat Manggarai





Rumah Adat Manggarai
Rumah Adat Manggarai

Floresa.co – Tahun 2015, menjadi momentum penting bagi Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. Bersama sejumlah daerah lain di Indonesia, dua kabupaten yang merupakan bagian dari Manggarai Raya ini, akan menggelar pemilihan kepala daerah.
Itu artinya, dua kabupaten yang terletak di Pulau Flores, NTT ini tidak lama lagi akan memiliki pemimpin baru. Bupati terpilih itulah yang akan meneruskan tongkat estafet kepemipinan di dua kabupaten itu.
Manggarai dan Manggarai Barat serta Manggarai Timur, dulunya merupakan satu kabupaten. Namun, jauh sebelum menjadi sebuah kabupaten, ketiga daerah yang dulunya hanya bernama Manggarai ini, sudah memiliki sejarah panjang tentang perebutan pengaruh dan kekuasaan.
Sebelum Belanda menguasai Manggarai pada 1908, ada sejumlah kerajaan kecil berdaulat di Mangggarai. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Lamba, Cibal, Welak, Todo-Pongkor dan Bajo.
Diantara kerjaan-kerajaan itu, kerajaan Cibal atau Nggaeng Cibal dan Adak Todo pernah terlibat dalam beberapa kali pertempuran dalam rangka memperluas teritori kekuasaan.
Pertempuran pertama antara Cibal dan Todo adalah pertempuran di Reok dan Rampas Rongot atau dikenal dengan Perang Rongot. Pertempuran ini dimenanagkan Cibal. Perang Rongot ini melahirkan perang-perang berikutnya, yaitu Perang Weol I dan Weol II.
Pada perang Weol I, kemangan masih ada pada pihak Cibal. Tetapi pada perang Weol II dimenangkan oleh Todo sehingga batas kerajaan adak Todo bukan lagi sampai di Wae Ras dekat Cancar, tetapi sampai jauh ke dekat Beo Kina (Rahong Utara).
Kemudian, perang berikut adalah perang Bea Loli di Cibal. Pada perang Bea Loli, Cibal kembali kalah. Sehingga menurut cerita Watu Cibal dibawah ke Todo.
Setelah itu, Todo-Pongkor memperluas wilayah ke arah timur di Borong. Maka, terjadilah perang Adak Tana Dena. Akibat perang Adak Tanah Dena ini, batas Todo-Pongkor meluas hingga Watu Jaji.
Pada saat Todo-Pongkor konsentrasi mengikuti perang Adak Tanah Dena, pasukan Nggaeng Cibal melancarkan serangan ke pusat kekuasaan Todo-Pongkor. Saat itu, terjadi pembakaran rumah adat Todo, yang disebut tapa niang dangka,poka niang wowang.
Konon, niang dangka saat itu tak bisa dibakar. Pasukan dari Nggaeng Cibal kemudian memperdayai seorang perempuan tua yang namanya Kembang Emas saudari dari Kraeng Mashur Nera Beang Lehang Tana Bombang Palapa untuk mengetahui mengapa niang dangka tidak bisa dibakar.
Perempuan tersebut kemudian memberti tahu niang dangka bisa dibakar bila bisa mengambil jimat yang ada dibubungannya. Pasukan dari Cibal pun mengambil jimat di atas bubungan.
Lalu, kemudian baru bisa membakar niang dangka tersebut. Sayangnya, mereka juga membakar perempuan yang memberitahu keberadaan jimat itu. Pasukan Cibal berusaha mengembalikan Watu Cibal yang dicaplok pada perang Weol II, namun tak bisa diangkat. Sampai sekarang Watu Todo dan Watu Cibal tertancap bersanding di kampung Todo.
Tahun 1907 Belanda masuk ke Manggarai dan hendak mendirikan pusat kekuasaan sipil di Todo. Namun, karena topografinya yang kurang baik, lalu pindah ke Puni, Ruteng. Secara resmi Belanda menaklukan Manggarai pada 1908.
Ketika Belanda mulai menguasai Manggarai, Raja Todo (1914-2924) yaitu Kraeng Tamur dipindahkan ke Puni.
Dalam perjalanan sejarahnya, Belanda melihat Manggarai yang meliputi Wae Mokel awon (batas timur) dan Selat Sape salen (batas barat) adalah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada lagi Cibal, tidak ada lagi Todo, tidak ada lagi Bajo, maka disebutlah Manggarai.
Karena itulah, pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda, Manggarai menjadi suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo-Pongkor menjadi raja pertama yaitu Raja Bagung dari Pongkor.
Kerajaan Manggarai bentukan Belanda ini terdiri atas 38 kedaluan. Bersamaan dengan diangkatnya Raja Bagung, Belanda juga menyekolahkan Kraeng Alexander Baruk ke Manado.
Alexander Baruk adalah anak dari Kraeng Tamur, raja Todo. Tahun 1931/1932, Alexander Baruk kemabli dari sekolahnya. Lalu, kemudian diangkat menjadi raja Manggarai. Namun, karena raja Bagung masih hidup, maka keduanya tetap raja. Raja Bagung sebagai “raja bicara” sedangkan yang mengambil keputusan adalah Raja Baruk. Sehingga dulu ada istilah putus le Kraeng Wunut, bete le kraeng Belek.
Kekuasaan keduanya berakhir saat keduanya meninggal dunia. Raja Bagung meninggal 1947. Sedangkan, Raja Baruk meninggal 1949. Kemudian, keduanya diganti oleh Kraeng Langkas atau Kraeng Constantinus Ngambut, juga dari Todo, menjadi raja hingga 1958.
Saat Manggaria menjadi daerah swaparaja, Kraeng Ngambut masih memimpin Manggarai sebagai kepala daerah hingga 1960.
Tahun 1960 itu juga kemudian dipilih bupati pertama Manggarai yaitu Charolus Hamboer dan memimpin hingga 1967.
Setelah bupati Hambur, kemudian diganti oleh Bupati Frans Sales Lega. Bupati Lega memimpin sampai 1978. Setelah itu, 1978-1988, Manggarai dipimpimpin Bupati Frans Dula Burhan. Lalu, 1988-1999, dipimpin Gaspar Parang Ehok.
Pada masa transisi 1999-2000, Manggarai dipimpin oleh bupati sementara Daniel Woda Pale. Di era reformasi, bupati pertama yang memimpin adalah Antony Bagul Dagur yang memimpin Manggarai dari tahun 2000 hingga 2005.
Tahun 2005 diangkat bupati sementara Wilem Nope sebelum adanya bupati definitif hasil pemilihan kepala daerah secara langsung.
Pilkada langsung pertama di Manggarai berhasil dimenangkan pasangan Christian Rotok-Deno Kamelus. Pasangan dengan sebutan Credo ini, kembali terpilih pada pilkada langusng 2010. Kedunya memimpin Manggarai hingga September 2015 ini.
Pada tahun 2003, ada pembentukan kabupaten Manggarai Barat sebagai pemekaran dari Manggarai. Bupati sementara yang ditunjuk memimpin Manggarai Barat dari 2003-2005 adalah Fidelis Pranda.
Pada pilkada langsung 2005, Fidelis Pranda yang berpasangan dengan Agustinsu Ch Dula berhasil menjadi bupati dan wakil bupati hingga 2010.
Pasangan ini pecah kongsi pada pilkada 2010. Agustinus Ch Dula yang berpasangan dengan Maximus Gasa berhasil memenanagkan pertarungan dalam satu putaran. Kedunya pun memimpin Manggarai Barat hingga September 2015.
Tahun 2007, terbentuk juga Kabupaten Manggarai Timur, hasil pemekaran dari Manggarai. Bupati sementara yang diangkat untuk memimpin Manggarai Timur tahun 2007-2008 adalah Frans Padju Leok.
Tahun 2008, berlangsung pilkada pertama untuk Manggarai Timur dan berhasil dimenangkan oleh Yosep Tote yang berpasangan dengan Andreas Agas. Pada Pilkada 2013, pasangan dengan sebutan Yoga ini kembali terpilih untuk pimpin Manggarai Timur hingga 2018. (Petrus D/PTD/Floresa).
Artikel ini disarikan dari berbagai diskusi dan cerita dengan sejumlah narasumber yang dihubungi  Floresa.co.



5 KOMENTAR


  1. Topik tendensius, dan itulahmanggarai,sampe sekarang sulit dibuktikan sebagai monarki, raja turun temurun, tp diangkat belanda..jadi sebetulnya org yg dimusuhi belandalah yang kurang beruntung dari cerita bodong diatas
  2. Topik tendensius, dan itulahmanggarai,sampe sekarang sulit dibuktikan sebagai monarki, raja turun tdk temurun, tp diangkat belanda..jadi sebetulnya org yg dimusuhi belandalah yang kurang beruntung dari cerita bodong diatas
  3. Bom pande misa ARWAH latang ise empo situ danong. Nuk ru gaku, dia ko daat tentu manga tyujuan pande dise danong. Woko nuk agu mesen tana manggarai sapen sale wae mokell awon.
  4. secuil sejarah daerah sendiri adalah jauh lebih penting daripada sejarah daerah lain, namun karena keterbatasan sumber (baik sengaja ataupun tak sengaja) telah di design di dalam bentuk kurikulum pendidikan indonesia, alhasil? kita di indonesia timur lebih paham sejarah jawa daripada sejarah daerah sendiri.
    semoga dengan otonomi daerah, pemerintah daerah harus bisa memikirkan hal ini, agar sepésér APBD (atau apalah namanya) di anggarkan untuk menyéwa orang2 yang mampu untuk mengumpulkan data dan sumber sejarah daerah untuk di bukukan dan jikalau perlu di masukan kedalam kurikulum pendidkan dasar.
    …percaya atau tidak … untuk membuka arah menuju masa depan maka seorang paling kurang harus sedikit mengenal masa lalu … tak mungkin bisa menghasilkan ‘saung bembang nggari eta” tanpa “wake caler nggari wa” …ai boto mbeong peh lawa.. boleh jadi ata mbéot tapi tak perlu jadi “ata mbéong”
    semoga floresa.co tetap menyiarkan tajuk sejarah daerah tak peduli sekecil apapun alur ceritanya
  5. Semoga PILKADA MANGGARAI tidak identik dengan sejarah perang merebut kekuasaan antar wilayah manggarai tempo dulu; ini pesta demokrasi yang melibatkan partisipasi seluruh warga manggarai tanpa senjata, sungguh sangat extrim kalau Pilkada identik dengan perang melawan ataupun merebut kekuasaan, Pesta Rakyat dimana rakyat menentukan pilihan politiknya yang lahir dari hati nurani karena buat rakyat ‘ SIAPAPUN YANG TERPILIH ITULAH KITA, PEMIMPIN KITA, BUPATI KITA (dia tidak disebut Pemimpin/Bupati Cibal atau Todo) Bupati Kita, Pemimpin Kita Menuju Kesejahteraan Seluruh Rakyat Manggarai, Mari kita junjung tinggi hakikat dasar Demokrasi ‘ Satu Dalam Perbedaan, Beda Dalam Persatuan menuju MANGGARAI SATU DAN JAYA

Selasa, 05 Januari 2016

KUNI AGU KALO


Kunu artin tana.
Kalo = haju kalo, simbol beo, kampong, golo.

Kuni  agu kalo = tanah   dan (dengan) kampung

JPS, 5 Januari 2016

Arti kata kuni dalam bahasa Indonesia adalah:
negara  * 1.negeri,tanah air.\t2.negara,nusa.\t3.wilayah.\t4.propinsi,daerah.\t5.desa,kampung halaman.\t6.warga negara.

 http://kamuslengkap.com/kamus/jepang-indonesia/arti-kata/kuni