Senin, 05 Juni 2017

NUNDUK - dari sumber lain


GOLO NGGOLING

CERITA  RAKYAT  YANG BERASAL  DARI DAERAH  MANGGARAI

Sumber:
 https://nusantaralogin.blogspot.co.id/2013/07/kumpulan-cerita-daerah-nusa-tenggara.html

Danong one ca beo manga ca keluarga, ise so’o kerja neteng leso one uma. Manga  ca leso ise wina rona duat one uma’d, ngo ciwal latung cai one uma, ise ita  ata weki mese (caron lise empo poti mese) ali rantang cemoln ga ise  kole one mbaru’d, cai   leso  tesuan duat hanan wina de lanur, wina de lanur ho’o ata cewe molas one beo hitu, cai one uma ho,o hia cumang kole agu hia empo poti mese du leso hitu toe ma ganggu le empo poti mese wina de lanur ho,o, leso te telun kole hi Timung Te’e ho,o duat kole, cai one uma hia ita liha empopoti mese hitu lonto one lobo watu mese,  kaling hia empo poti mese ho,o reme gereng hia timung te,e wina de lanur, mai hia rei nia rona dahu timung…..? mai wale de timung te’e wamai kin hia kudu mai ce uma kole hia.
leso hitu nggitu kaut liha reisn hia timung, ce’e- ce’e gi wulang gu caek latung ga, pas kudu ngo caek latung situ dise ga o reje taung lise ata one mai beo hitu kudu cama-cama ngo duat nitu, poli bo lise caek latung situ ga o. ngo kole bo hia timung one uma ku la’at remang nitu, el obo liha timung remang one uma dise gay o do keta mai bo tae one nain ga iiiiiiiiiiiiiii bom ciwal dami uma gi cait ruis gi wulang ku weri kole gi latung. Ca leso hia timung ho’o duat hanan one uma kudut ciwal, cai bo one uma hia cumang kole agu empopoti mese leso hitu rei kole  hia Timung le’  E’mpopotimese apa ata manga one weki de Timung……..? ali  leng rantangn  cemoln ga wale taung rei de Empopotimese  le’ Timung …..ali leng  lucun   wale de Timung cemoln ga tawa hi Empopotimese agu pa’u one ngampang  toe nganceng to’o kole landing toe ma matan. We’e bo hi Timung ho,o cai one mbaru tombo taung liha gu lanur,,,,,,, mai hia lanur ga ambi lebok agu cocok kudut  tenang wokang hi Empopotiese,pas   duat kole hia timung, toe bo ngo ciwal hia ga cai one uma hia lonto kin one lobo  watu mese ata donde lonto de Empopotimese  cain kaut hia Empopotimese ho,o kudu ngo nggao hia Timung Te’e holes kaut hia ali tema hena gu  Timung bo cemoln  hi Empopotimese pa’u one wokang ata poli na’ad de Lanur agu ata one ca beo , agu  ga bicek ruha de empopoti mese o mangan caron lata tu’a danong ngasant lingko hitu  golo nggoling.


GOLO NGGOLING
Konon pada zaman dahulu kalah ada cerita di sebuah kampong dimana hiduplah sepasang suami istri atau juga disebut keluarga kecil, yang mana suaminya bernama Lanur yang terkenal dengan orang yang gagah dan berani dan istrinya yang bernama Timung Te’e yang terkenal dengan orang yang cantik dan anggun yang bermata pencaharian dengan  bercocok tanam. Pada suatu hari sepasang suami istri tersebut pergi ke kebun mereka melihat ada seorang yang berbadan besar mirip dengan raksasa, dimana warga di kapung tersebut sering menyebut makluk itu dengan “Empopotimese”  yang artinya “empopoti” setan dan “mese” besar : “setan besar”
            Setiap hari yang dilalui oleh sepasang suami istri tersebut hanya dengan merawat tanaman pertanian mereka. Hingga pada usim panen pun tiba mereka berdua bersama kerabat sekapung untuk bergotong royong menunai hasil kebun mereka. Setelah semua hasil kebun sudah enyimpang , maka si Timung Te’e dan si Lanur kekebun untuk menyiang rumput karena sedah mendekati musim kerja / tabor benih llagi, sessamppainya dikebun mereka berdua  pun bertemu dengan “Empopotimese” dan pada hari itu “empopotimese” tidak mengganggu istrinya. Pada   hari kedua si Timung Te’e (istrinya Lanur) bertemu dengan “Empopotimese” ketika tersebut melihatnya, Timung Te’e pun mulai takuut hingga badanya menggetar setan tersebut menyapanya Heeeeey…………… janganlah takut pada diriku……….kemidian setan tadi mulai mendekati Timung Te’e, dan membelai rambutnya hingga bertanya satu persatu seluruh organ tubuhnya si timung te,e. sambil menjerit ketakutan si Timung Te’e pun menjawab pertanyaanya, setelah di jawab setan tersebut tertawa kegirangan karena bahagia dimana semua pertanyaanya mengenai si Timung Te’e telah di jawab karena terlalu girangnya Empopotimese diapun jatuh terguling ketepi jurang hingga tak bisa bangun, tetapi dia tidak mati. Setelah itu, si Timung Te’e lari dan pulang kerumahnya, setibanya dirumah dengan menangis ketakutan dia menceritaka semua yang terjadi dengan suaminya si Lanur. Lanurpun tunduk sambil memikirkan balasan terhadap “Empopotimese”  keesokan harinya mereka pergibersama warga yang lain di kampong untuk memasang jebakan (jebakan sejenis ranjau) dengan perasaanya yang sangat senang empootimese pergi kekebunya si lanur untuk menculik Timung Te’e (istrinya Lanur) setibanya di kebun dia melihat timung te,e duduk di atas batu, dengan semangatnya yang membara ‘”Empopotimese” hendak merangkulnya (si Timung Te’e) dengan cepat si timung te,e menghindar hingga “Emopotimese jatuh tersungkur edalam jebakan yang dibuat silanur bersama warga hingga empopoti mese terguling kedalam jebakan tersebut sape buah pelirnya pecah. Orang tua dulu memberika nama tempat tersebut golo nggoling, yaitu golo (gunung) dan nggoling  (terguling). Sehingga kalau diartikan berdasarka kosakatanya golo nggoling artinya gunung yang terguling, tetapi pengertian berdasarkan isicerita diatas golo nggoling artinya gunung yang berjurang tempat terjatuhnya empopotimese.

Berdasarka isi cerita tersebut maka dapat diklasifikasikan:
Ø  Cerita rakyat tersebut dalam bentuk prosa yaitu:
-          Cerita ini berbentuk “dongeng” yang dipercayai sebagai rekaan yang tidak terikat oleh waktu dan tempat kejadiannya bisa kapan saja dan dimana saja. Dongeng bersifat sekuler dan tokoh utamanya bisa manusia ataupun bukan manusia.
-          Isi cerita tersebut yaitu menceritakankehidupan rumah tangga  dari seasang suami istri yang bernama ; suami (si Lanur) dan istrinya (si Timung Te’e ) yang selalu di ganggu oleh orang jahat yang bernama “Empopotimese” dimana Empopotimese menyukkai si Timung Te’e istrinya si Lanur.
-          Pengauruhnya terhadap masyarakat setempat. Dalam  kehidupan sehari-hari di tenga masyarakat  seorang laki-laki tidak boleh membarkan perempuan bekerja dan berjalan sendirian agar tidak diganggu oeleh orang yang berniat jahat seperti yang di perankan oleh tokoh “Empopotimese” dalam cerita di atas.
-          Nara sumber: Bapak Yohanes Emo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar