Senin, 31 Juli 2023

KRITIK TERHADAP KEBUDAYAAN MANGGARAI (SIDA)

 KRITIK TERHADAP KEBUDAYAAN MANGGARAI (SIDA)

Ada beberapa  komponen  budaya Manggarai yang perlu disoroti dalam beragam acara  adat.

Pertama, Minuman  beralkohol dan rokok 

Dalam pelbagai kesempatan, ada tagihan adat berupa sida  . Tujuan  sida  adalah memohon partisipasi doa dan material anggota keluarga terutama pihak saudari yang sudah berkeluarga (woe)  demi kelancaran acara pihak saudara (anak rona atau ine ame).  Tagihan dalam  sida  ada banyak jenisnya misalnya uang utama, rokok (bermerek misalnya  gudang  garam, hampir tidak pernah dijumpai tembakau lokal , seperti mbako tumpi atau londa atau koli) , selain itu ada minuman  beralkohol  bermerek seperti bir, jenifer, anggur orang tua, jarang menggunakan minuman beralkohol lokal seperti  tuak raja atau sopi).  Rokok dan minuman itu umumnya dikonsumsi laki-laki yang suka minum alkohol dan suka merokok. Lalu  bagi yang tidak  suka mengkonsumsinya, termasuk kaum perempuan?  Hanya  duduk dan menonton bahkan menikmati asap yang  keluar dari  mulut lelaki  perokok. Bukannya menghirup udara segar, mereka malam menghirup udara kotor (asap rokok).  Dari segi pengadaan, rokok bermerek dan minuman bermerek itu bukanlah buatan masyarakan lokal tetapi diimpor dari pulau lain bahkan negara  lain. Samapi di sini, apakah praktek seperti mendatangkan manfaat? Dari segi ekonomi jelas  tidak. Karena  apa? Itu menguntungkan  pihak lain, terutama perusahan yang membuatnya. Juga dari segi kesehatan, hanya  membuat polusi sekitar tempat acara (rumah). Dari segi gender, hanya menguntungkan lelaki  yang menikmati minuman beralkohol dan suka merokok.  Itu merugikan bagi pihak yang  tidak menikmatinya, termasuk kaum perempuan.  Maka,  ke depannya, praktek budaya seperti itu perlu dihilangkan. Kalaupun dibawa, siapkan arak/ tuak lokal misalnya  tuak raja atau sopi.  Soal lainnya berupa pengumpulan  uang  tetap  perlu dilakukan dan dilestarikan.  Hal  yang  semakin digalakan  adalah membawa sirih pinang. Sirih  dan pinang baik dari segi kesehatan. Hal-hal lain,  misalnya ayam, babi dan anjing tetap  perlu dilakukan. 


Kedua, soal acara yang berlangsung  malam. Apakah ini cukup efektif. ? Proses metabolisme  tubuh  berlangsung  dari pkl 23.00  pm hingga pkl 04.00 am.  Sementara, kadang acara  Sanda  dan Mbata  saat acara  adat  berlangsung  hingga  pagi.  Mengapa  tidak diatur  sampai pkl 10.00 malam saja.  Mulainya  bisa lebih cepat, sore  hingga pkl 10.00 pm. 


_______


Kedua,  kebiasaan orang Manggarai  yang merokok saat acara -acara adat, termasuk saat kenduru, Penti.

Menjelang acara seperti itu orang Manggarai (lelaki)  tetap  mengisap  rokok  dan membuat asap.  Mereka yang merokok saat seperti  itu  kadang tidak punya perasaan  toleransi  terhadap  orang  lain yang  tidak merokok. 

(Inspirasi dari nonton video kenduru Pater Waser, SVD), 18 Oktober 2023. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar