Senin, 25 Januari 2016

MBARU GENDANG - Opini Orang



Mbaru Gendang = toto rang de beo (Rumah Gendang  simbol kewibawaan kampung).


















“Mbaru Gendang” dan Pelestarian Budaya Manggarai

283
 http://www.floresa.co/2015/12/30/mbaru-gendang-dan-pelestarian-budaya-manggarai/

Oleh: HIRO EDISON
Salah satu unsur budaya yang sangat penting bagi masyarakat Manggarai adalah rumah adat, yang disebut Mbaru Gendang.
Keberadaannya menduduki peran yang tak tergantikan. Karena itu, setiap kampung di Manggarai memiliki Mbaru Gendang.
Tulisan ini tidak memiliki intensi untuk mengulas struktur rumah adat itu, tetapi lebih fokus pada perannya dalam proses pelestarian budaya.
Mbaru Gendang merupakan pusat dan sentral pelestarian budaya. Ia merupakan tempat di mana segala proses pelaksanaan budaya dijalankan.
Di Mbaru Gendang proses caca mbolot (penyelesaian masalah) dilaksanakan, upara penti (syukur panen) dijalankan dan juga keberlangsungan segala upacara adat lainnya.
Di Mbaru Gendang pula, disimpan perlengkapan adat, seperti alat musik gong dan gendang. Di sana juga disimpan perlengkapan caci, tari tradisional khas Manggarai, yakni larik (cemeti), nggiling (perisai) dan lainnya.
Singkatnya, di dalam Mbaru Gendang segala proses kebudayaan berlangsung dan perlengkapan adat disimpan.
Peran Mbaru Gendang demikian menjadi benteng sekaligus gerbang akhir dalam menjaga kelestarian budaya Manggarai.
Ancaman
Peran itu perlu diangkat kembali, di tengah badai individualisme dan berbagai paham baru yang menghantam kehidupan masyarakat Manggarai.


Badai itulah yang menghancurkan semangat sosial seluruh kehidupan dan tatanan social.
Hantaman spirit individualisme itu telah mencetak orang-orang Manggarai menjadi pribadi individualis yang buta akan nilai sosial dalam hidup harian.
Akibatnya, nilai-nilai dalam kehidupan sosial menjadi kendur dan perlahan hilang.
Bangkitnya semangat individualisme membawa pengaruh yang mematikan bagi perkembangan kebudayaan masyarakat Manggarai.
Hal itu kelihatan secara jelas dalam cara dan kode etik masyarakat Manggarai, termasuk dalam adat cacat mbolot.
Dahulu, ketika nilai adiluhung ‘bantang cama reje leleng’ atau musyawarah mufakat di Mbaru Gendang menjiwai seluruh proses penyelesaian masalah, maka prosesnya berlangusng aman, gampang dan tidak memakan waktu yang lama.
Selain itu, suasana kekeluargaan sangat tampak, di mana pihak yang saling bertikai dapat duduk satu meja.
Kini, situasinya berubah. Peran Mbaru Gendang untuk mengumpulkan mereka yang saling bertikai telah kehilangan daya ampuhnya.
Saat ini masyarakat kita lebih mengedepankan logika hokum. Akibatnya, sistem ‘bantang cama reje leleng’ dalam proses caca mbolot tidak memiliki daya tarik, sebab yang bertikai tidak akan pernah bisa duduk berdampingan.

Hal ini dapat kita lihat dalam penyelesaian masalah perebutan tanah misalnya.
Yang berperan bukan lagi daya ikat nan erat wase wunut (ijuk) sebagai simbol yang dipakai dalam Mbaru Gendang ataupun daya pemersatu siri bongkok (tiang tengah) melainkan meja hijau di gedung pengadilan.
Kekuatan yang akhirnya menentukan kebenaran ialah uang dan segala anak pinak gratifikasinya guna membeli apa yang namanya kebenaran status hukum.
Badai individualisme yang menghantam kehidupan masyarakat Manggarai merupakan ancaman nyata yang entah disadari atau tidak akan mengancurkan nilai sosial kehidupan.
Revitalisasi
Ancaman itulah yang harus diantisipasi guna menjaga keluhuran dan kemurnian semangat persatuan yang telah dihidupi.
Peran untuk menjaga persatuan dan juga keluhuran nilai sosial yang dihidupi selama ini tidak lain adalah dengan menjaga dan melestarikan kembali semangat lonto leok (duduk bersama) yang menjadi simbol persatuan dalam segala acara di Mbaru Gendang.

Pentingnya kehadiran dan juga peran Mbaru Gendang hendaknya disadari kembali.
Kehadiran Mbaru Gendang bukanlah sebuah kebetulan semata tetapi lebih dari itu.
Kehadirannya tidaklah sama seperti bangunan rumah lainnya.
Ia hadir sebagi tempat, simbol, sekaligus pusat seluruh kehidupan dan juga keberlangsungan segala proses adat.
Ia hadir sebagai jiwa sekaligus raga yang mempersatukan seluruh masyarakat dan juga kebudayaan Manggarai.
Mengingat perannya yang sangat vital dan penting maka menjadi suatu kewajiban untuk mengembalikan semangat yang dibangkitkan oleh Mbaru Gendang.
Kewajiban itu lahir dari suatu tuntutan yang sangat mendesak, di tengah tendensi terjadinya kekaburan dan kehilangan budaya dan juga nilai sosial masyarakat Manggarai.
Tempat di mana berdirinya Mbaru Gendang hendaknya menjadi inspirasi sekaligus sumber lahirnya persatuan, perdamaian dan ketentraman.
Dengan demikian, Mbaru Gendang tidak hanya hadir sebagai simbol budaya dan juga pameran rumah antik tetapi lebih memiliki makna sebagaimana orang Manggarai telah memberikan arti dan nilai padanya.
Penulis adalah Mahasiswa di STFT Widya Sasana Malang

Diunduh pada 26 Januari 2016, pkl 14:46

Kampung Manggarai di Jakarta

Kampung Manggarai  di Jakarta


http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/1383/Kampung-Manggarai

Nama satu kampung tua yang terletak di Jakarta Timur. Dulunya tepat konsentrasi para budak dari Manggarai, NTT. Kini sulit dijumpai lagi orang asli Manggarai dan Flores, karena sebagian besar penduduknya adalah orang Betawi. Di Manggarai terdapat pasar tradisional yang sudah berusia lebih satu abad. Sebelum adanya Pasar lnduk Kramatjati, pasar Manggarai tempat yang paling banyak didatangi tukang sayur. Sayur mayur yang dibeli para pedagang dijual ke berbagai tempat di ibukota. Di Manggarai terdapat Pasar Rumput karena ketika angkutan didominasi kereta kuda area ini merupakan tepat jual beli rumput. Di Manggarai, Abdul Latief mendirikan Pasar Raya. Tempat ini dulunya zwembad atau kolam renang yang ramai dikunjungi warga ibukota, lebih-lebih di hari Sabtu dan Minggu.

 http://www.jakarta.go.id/web/encyclopedia/detail/1383/Kampung-Manggarai

diakses pada 26 Januari 2016, pkl 13:30 pm.

NGASANG DESA ONE MANGGARAI BARAT


Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Republik Indonesia.

http://www.organisasi.org/1970/01/daftar-nama-kecamatan-kelurahan-desa-kodepos-di-kota-kabupaten-manggarai-barat-nusa-tenggara-timur.html

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kota/Kabupaten : Manggarai Barat


1. Kecamatan Boleng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Boleng di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Batu Tiga (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Ketak (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Lujang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Sepang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Mbuit (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pontianak (Tanjung Pontianak) (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pota Wangka (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Sepang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Tanjung Boleng (Kodepos : 86754)

2. Kecamatan Komodo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Komodo di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Batu Cermin (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Bilas (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Mori (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Golo Pongkor (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Gorontalo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Komodo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Labuan Bajo (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Macang Tanggar (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Nggorang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Papa Garang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pasir Panjang (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Pasir Putih (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Tiwu Nampar (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Wae Kelambu (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Warloka (Kodepos : 86754)
- Kelurahan/Desa Watu Nggelek (Kodepos : 86754)

3. Kecamatan Kuwus
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kuwus di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Benteng Curu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Coal (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Compang Kules (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Compang Suka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Lewe (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Poleng (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Riwu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Ruu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Golo Wedong (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Kasong (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Kolang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lawi (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lewur (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Lumut (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Momol (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Nantal (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Ndoso (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Pangga (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Pong Narang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Raka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Ranggu (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Sama (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tengku (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tentang (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Tueng (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Wae Buka (Kodepos : 86752)
- Kelurahan/Desa Waning (Kodepos : 86752)

4. Kecamatan Lembor
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lembor di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Benteng Dewa (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Daleng (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Kakor (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Lalong (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Munting (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Nanga Bere (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Nanga Lili (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Ngancar (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Poco Rutang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pondo (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pong Majok (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Ponto Ara (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Repi (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Siru (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Surunumbeng (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Tangge (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Bangka (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Kanta (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Mose (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Wae Wako (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Watu Waja (Kodepos : 86753)

Kec. Lembor Selatan

15 buah desa yaitu
  1. Benteng Dewa, 
  2. Benteng Tado, 
  3. Kakor, 
  4. Lalong, 
  5. Lendong, 
  6. Modo, 
  7. Munting, 
  8. Nangabere, 
  9. Nangalili, 
  10. Repi, 
  11. Suru Numbeng, 
  12. Wae Mose, 
  13. Watu Rambung, 
  14. Watu Tiri dan 
  15. Watu Waja

5. Kecamatan Macang Pacar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Macang Pacar di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bari (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Compang (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Golo Lajang (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Kombo (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Loha (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Mbakung (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Nanga Kantor (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Nggilat (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Pacar (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Raba (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Rego (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Rokap (Kodepos : 86756)
- Kelurahan/Desa Wontong (Kodepos : 86756)

6. Kecamatan Sano Nggoang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sano Nggoang di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Cunca Lolos (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Cunca Wulang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Damu (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Desat (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Kempo (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Leleng (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Manting (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Mbu (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Ndaring (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Ndoal (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Sembea (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Sengang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Golo Tantong (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Kempo (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Liang Ndara (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Mata Wae (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Nampar Macing (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Sano Nggoang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Tandong/Tondong Belang (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Tiwu Riwung (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Jare (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Lolos (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Wae Sano (Kodepos : 86757)
- Kelurahan/Desa Watu Wangka (Kodepos : 86757)

7. Kecamatan Welak
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Welak di Kota/Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Dunta (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Galang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Golo Ronggot (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Gurung (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Lale (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Orong (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pengka (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Pong Welak (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Rehak (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Semang (Kodepos : 86753)
- Kelurahan/Desa Watu Umpu (Kodepos : 86753)

NGASANG DESA ONE MANGGARAI TIMUR


Daftar Nama Kecamatan Kelurahan/Desa & Kodepos Di Kota/Kabupaten Manggarai Timur Nusa Tenggara Timur

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kota/Kabupaten : Manggarai Timur


1. Kecamatan Borong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Borong di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bea Ngencung (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Benteng Raja (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Benteng Riwu (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Kantar (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Lalong (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Loni (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Meleng (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Ros (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Golo Rutuk (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Gurung Liwut (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Kota Ndora (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Nanga Labang (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Ngampang Mas (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Poco Rii (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rana Loba (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rana Masak (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Rondo Woing (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Sano Lokom/Lokon (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Satar Lahing (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Sita (Kodepos : 86571)
- Kelurahan/Desa Torok Golo (Kodepos : 86571)

2. Kecamatan Elar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Elar di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Biting (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Gising (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Lebo (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Lijun (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Linus (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Munde (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Golo Wuas (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Haju Ngendong (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Langgasai (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Legur Lai (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Lempang Paji (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Lengko Namut (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Nanga Meje (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Paan Waru (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Rana Gapang (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Rana Kulan (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sangan Kalo (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sipi (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Sisir (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Teno Mese (Kodepos : 86581)
- Kelurahan/Desa Tiwu Kondo (Kodepos : 86581)

3. Kecamatan Kota Komba
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kota Komba di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Bamo (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golo Nderu (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golo Tolang (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Golomeni (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Gunung Mute (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Komba (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Lembur (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Mbengan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Mokel (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Paan Leleng (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Pong Ruan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rana Kolong (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rana Mbeling (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Rongga Koe (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Ruan (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Tanah Rata (Kodepos : 86572)
- Kelurahan/Desa Watu Nggene (Kodepos : 86572)

4. Kecamatan Lamba Leda
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lamba Leda di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Compang Deru (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Compang Mekar (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Compang Necak (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Lembur (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Mangung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Munga (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Nimbung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Golo Rentung (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Goreng Meni (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Lencur (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Liang Deruk (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Nampar Tabang (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Satar Padut (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Satar Punda (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Tengku Leda (Kodepos : 86582)
- Kelurahan/Desa Tengkulawar (Kodepos : 86582)

5. Kecamatan Poco Ranaka
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Poco Ranaka di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Arus (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bangka Kuleng (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bangka Pau (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Bea Waek (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Benteng Rampas (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Compang Laho (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Compang Wunis (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Lero (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Lobos (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Ndari (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Golo Nderu (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Gurung Turi (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Lenang (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Leong (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Mando Sawu (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Melo (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Nggalak Leleng (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Ngkiong Dora (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Pocolia (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Pocong (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Rende Nao (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Rengkam (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Satar Tesem (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Tango Molas (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Ulu Wae (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Wangkar Weli (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Watu Arus (Kodepos : 86583)
- Kelurahan/Desa Watu Lanur (Kodepos : 86583)

6. Kecamatan Sambi Rampas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sambi Rampas di Kota/Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) :
- Kelurahan/Desa Buti (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Compang Congkar (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Golo Ngawan (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Golo Wangkung (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Lada Mese (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Baras (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Mbaling (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Nanga Mbaur (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Pota (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Rana Mese (Kodepos : 86584)
- Kelurahan/Desa Satar Nawang (Kodepos : 86584)

SAMA NGASANG BEO one Manggarai

1. Wela, Cancar = Wela, Cibal
2. Maras, Cancar = Maras, Lembor
3. Lando, Ruteng = Lando (Ndoso / Kuwus) = Lando (Terang)
4. Todo, Satarmese Barat = Todo (Ndoso) = Tado (Kolang)
5. Karot (Lelak) = Karot (Lembor)
6. Pandang, Arus, Lamaleda = Pandang (Lembor)
7. Pora, Todo = Pora (Ndoso)
8. Borong (Borong, MaTim) = Borong (Kolang)
9. Gurung (Cibal) = Gurung (Welak)
10. Leda (Ruteng) = Leda (Kolang)
11. Poka (Ruteng) = Poka (Welak / Lembor) = Poka (Rahong Utara) = Poka (Lembaleda)
12. Mata Wae (Lembor) = Matawae (Nunang - Golo Mori)
13. Lawi (Ndoso, Kuwus) = Lawi (Kolang)
14. Paka (Iteng) = Paka (Watumese, Borong)
15. Lumu (Tilir, Borong) = Lumu (Cancar, Ruteng) = Lumu (Ndoso)
16. Lait (Wae Lengga) = Lait (Rahong)
17. Kakor (Rahong) = Kakor (Reweng, Lembor)
18. Lewat (Kuwus) = Lewat (Rego)
19. Purang (Rahong) = Purang (Todo)
20. Wangkung (Rahong) = Wangkung (Boleng)
21. Bilas (Ruteng) = Bilas (Ranggu)
22. Rawuk (Ndoso) = Rawuk (Kolang)
23. Pering (Reok) = Pering (Lelak)
24. Robo (Ruteng) = Robo (Welak)
25. Sewar (Welak) = Cewar (Reok / Lambaleda)
25. Ketang (Lelak) = Ketang (Borong)
26. Welu (Colol) = Welu (Ndoso / Kuwus)
27. Belang (Riwu) = Belang (Belang Lesa = Wela)
28. Rentung (Cancar) = Rentung (Tilir)
29. Latung (Cibal) = Latung (Pacar)
30. Kuwu (Rahong) = Kuwu (Ruteng)= Kuwu (Pagal)
31.Daleng (Lembor) = Daleng (Welak / Kolang)
32. Wol (Kolang) = Wol (Welak / Lembor)
33. Perang (Lembor) = Perang (Borong)
34. Popo (Lembor) = Popo (Satarmese)
35. Lamba (Ketang) = Lamba (Tilir, Borong) = Lamba (Cibal)
36. Pela (Lembor) = Pela (Todo)
37. Ntangis (Welak) = Ntangis (Riwu, Borong)
38. Lambur (kolang) = Lambur (Kempo / Boleng)
39. Bajak (Pacar) = Bajak (Reok)
40.Wunis (Terang) = Wunis (Lambaleda / Congkar)
41.Copu (Reo) = Copu (Rahong Utara)
42. Ntala (Terang / Boleng) = Ntala (Rahong Utara)
43. Wontong (Lembor) = Wontong (Reok)
44.Toe (Reok) = Toe (Kempo / Boleng)
45. Lalang (Cibal) = Lalang (Welak / Lembor) = Lalang (Torok Golo - Borong)
46. Lujang (Cibal) = Lujang (Rahong)
47. Ndoso (Ndoso, Mabar)= Ndoso (Lembor)= Ndoso (Cibal)
48. Kois (Cibal) = Kois (Satarmese / Lembor)
49. Lecem (Cibal) = Lesem (Pacar)
50.Deru (Mukun) = Deru (Ndoso)
51. Lawir (Ruteng) = Lawir (Lambaleda)
52. Muwur (Ndoso) = Muwur (Lambaleda)
53.Pau  (Ruteng) = Pau (Pacar ?) = Pau
54.Lale (Iteng) = Lale (Welak)
55.Lalong (Ruteng) = Lalong ( Kakor, Lembor)
56.Copu (Rahong) = Copu (Ruis. Reok)
57.Noa (Pacar) = Noa (Kempo / Boleng)
58.Lait (Kakor - Rahong = Lait (Lete , Kota Komba)
59. Lalong (Ruteng) = Lalong (Pacar)
60.Langkas (rahong)= Langkas (Cibal)
61. Pandang (Lembong) = Pandang (Arus, Lambaleda).
62.Tango (Ketang, Lelak) = Tango (Manggarai Timur)
63.Tando (Lembor) = Tando (Golo Tando - Masang Pacar).
64. Kalo (Ndoso) = Kalo (Welak)
65. Lempe (Ruteng) = Lempe (Kolang / Welak, Manggarai Barat)
66. Kaca (Cibal) = Kaca (Sita, Rana Mese) = Kaca (Lembor) = Kaca (Boleng, MaBar).
67. Pau (Ruteng) = Pau (Rahong Utara) =Pau (Welak?)
68. Galang (Rahong Utara) = Galang (Welak)= Galang (Kempo).  (30-9- 2022).








53.



JPS 25 - 26 Jan. 2016

Rabu, 20 Januari 2016

CONGKA SAE


  CONGKA SAE
congka sae,,, adalah sebuah tarian adat yg di lakukan pada saat ipacara adat 
1. congko lokap: peresmian rumah gendang baru
2. roi kunceng; APA BILA rumah adat terjadi kebakaran. 
3. kapu naka: memuja atau mengucap syukur kepada tuhan atas segala yg telah dicapai,.
didownload pad Kamis, 21 Januari 2016 di JPS, pkl 13:50
 https://www.youtube.com/watch?v=NwENWkJZwk0


Sistem Kekerabatan Manggarai


Sistem Hubungan Kekerabatan Manggarai

https://yorisdampuk93.wordpress.com/life/sistem-hubungan-kekerabatan-manggarai/


MEMAHAMI SISTEM HUBUNGAN KEKERABATAN
DALAM MASYARAKAT MANGGARAI



  1. I.       PENDAHULUAN
Sistem-sistem yang berlaku di dalam masyarakat mendukung perkembangan dan peradaban masyarakat tersebut. Sistem-sistem yang ada menjadi dasar yang utuh demi keberlangsungan masyarakat. Salah satu sistem yang sangat berpengaruh ialah sistem kekerabatan. Sistem ini pula yang membedakan antara beragam budaya dalam masyarakat. Sistem kekerabatan juga mengandung arti tentang cara seorang individu menempatkan dirinya dalam masyarakat dan memudahkannya dikenal dalam masyarakat tertentu. Makna hubungan kekerabatan di Manggarai mempunyai berbagai aspek yang dihayati antara lain pertalian darah, kedekatan tempat tinggal, hubungan perkawinan yang memudahkan masyarakat untuk mengedepankan semangat nilai persatuan dan kesatuan masyarakat Manggarai.
Dalam budaya Manggarai, sistem kekerabatan pun berlaku seperti yang dikaji oleh antropolog, Claude Levi-Strauss. Ia mengatakan adanya 3 asas kekerabatan (kinship relationship) yaitu asas hubungan darah (a relation of consanguinity), asas hubungan kekerabatan karena hubungan perkawinan (a relation of affinity) dan hubungan keturunan (a relation of afililation). Sebagai sebuah wilayah dengan beragam masyarakat, Manggarai memiliki sistem budaya yang khas dan yang membedakannya dengan masyarakat budaya lain. Selain sebagai identitas masyarakat berbudaya, kebudayaan ini juga diyakini menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat Manggarai dari waktu kewaktu .
Dalam tulisan ini, penulis membahas tentang sistem kekerabatan dalam masyarakat Manggarai. Sistem kekerabatan ini pulalah yang telah dan akan terus mengatur relasi dalam masyarakat Manggarai agar tidak terjadi kesalahan yang menimbulkan permasalahan yang bisa merusak tatanan hidup  masyarakat berbudaya tetapi berada pada jalur yang sama, benar dan baik.
II. SISTEM KEKERABATAN PADA MASYARAKAT MANGGARAI
2.1. Berdasarkan Hubungan Perkawinan
            Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan perkawinan dapat dipahami sebagai hubungan seorang individu dengan istri yang juga menghubungkan saudara-saudari kandung kedua-belah pihak.Secara umum ada dua istilah yang menekankan aspek perkawinan dalam budaya Manggarai yaitu:

  1. a.      Wa’u/asekae
Wa’u/asekae adalah keluarga kerabat yang terbentuk berdasar keluarga patrilinear (garis keturunan ayah), baik yang hidup dalam satu kampung maupun yang hidup terpencar-pencat karena pendidikan, tugas, dll. Dalam keluarga bahwa semua anak laki-laki disebut ata one (orang dalam). Anak laki-laki disebut ata one karena tergolong keluarga patrilinear. Setelah anak lak-laki kawin, ia tetap tinggal pada kampung kelahirannya, kampung orang tua kandungnya sendiri. Ada juga anak laki-laki yang setelah kawin tinggal pada kampung kelahiran istrinya tetapi ia tetap disebut asekae/wa’u oleh anggota patrilinearnya (saudara laki-laki lain di marga orangtua kandungnya. Pria yang setelah kawin menetap pada kampung kelahiran istrinya/pada marga orang tua kandung istri, maka laki-laki itu disebut asekae ata kaeng olo/asekae ata kaeng peang (keluarga kerabat patrilinear yang tinggal di luar).
  1. b.      Woenelu
Woenelu adalah keluarga kerabat yang terbentuk atas dasar hubungan perkawinan antara kedua keluarga kerabat, anak rona (keluarga kerabat pemberi istri) dan anak wina (keluarga penerima istri). Istilah woenelu adalah gambaran kedekatan hubungan antara keluarga anak rona dengan anak wina. Hubungan ini bersifat temporer (salang tuak), melainkan bersifat kekal (salang wae).
Dalam masyarakat Manggarai, ada tiga cara yang mengatur sistem perkawinan, yakni:
2.1.1.  Perkawinan Tungku
Perkawinan jenis ini juga disebut crosscousin unilateral. Tungku adalah bentuk perkawinan dengantujuan mempertahankan hubungan woe nelu, hubungan antara anak rona dengan anak wina yang sudah terbentuk akibat perkawinan cangkang. Laki-laki dan perempuan yang melakukan kawin tungku biasaa disebut laki one dan wai leleng one.Pemuda yang laki one dapat berarti pria yang kawin tungku, juga berarti perkawinan terjadi di dalam atau di sekitar kampung asalnya.Demikian pula terhadap wanita yang wai leleng one. Berbicara tentang paca untuk orang yang laki one dan wai leleng one tergantung pada jenis tungku.
  • Tungku cu
Tungku cu adalah perkawinan yang terjadi antara anak laki-laki dari saudari kandung  dengananak perempuan dari saudara kandung. Karena begitu kuatnya penerapan dan pemahaman perkawinan jenis ini, maka kalau anak wina hendak mengadakan tungku maka berarti perkawinan tungku yang dimaksud adalah antara anak kandung dari saudari perempuan dengan anak kandung dari saudara kandung laki-laki.
  • Tungku neteng nara
Tungku neteng nara merupakan perkawinan yang ada hubungan darah antara anak dai perempuan sepupu dengan anak dari saudara laki-laki sepupu.
  • Tungku anak rona musi
Tungku anak rona musimerupakan perkawinan hubungan darah dengan keluarga  pemberi istri mertua laki-laki. Dalam segi adat Manggarai perkawinan ini bukan perkawinan tabu tetapi perkawinan ini dianggap melangkahi anak ronadungka. Perkawinan jenis ini sah secara adat.
2.1.2. PerkawinanCangkang
Cangkang adalah bentuk  perkawinan yang terjadi di luar suku atau perkawinan antarsuku. Dalam bahasa adatnya disebut laki pe’ang (anak laki-laki yang kawin di luar suku) atau wai pe’ang (anak wanita yang kawin di luar suku). Orang yang laki pe’ang atau wai pe’ang membuka jalur hubungan baru dengan suku-suku lain. Dengan itu keluarga besar memiliki jangkauan hubungan yang  lebih lebar dan luas dengan woe nelunya(woe nelu merupakan keluarga kerabat yakni anak wina dan anak rona). Dari praktek orang tua tempo dulu, orang yang laki pe’ang bukan sembarang orang. Biasanya dari kalangan keluarga yang mampu membayar belis karena berhubungan dengan harga diri dan martabat dari kedua belah pihak, antara keluarga pria dan wanita.

2.1.3. Perkawinan Cako
            Cako adalah bentuk perkawinan yang terjadi dalam suku sendiri. Biasanya dilakukan pada anak laki-laki dari keturunan adik dan anak perempuan dari keturunan kakak. Kawing cako juga berarti perkawinan anak saudara sepupu dalam garis patrilineal dan antara sesama keluarga kerabat anak wina (keluarga penerima istri). Disebut juga sebagai perkawinan cako cama tau. Perkawinan cako biasanya orang tua mulai mencobanya pada lapisan ketiga atau lapisan keempat dalam daftar silsilah keluarga. Karena menurut adat Manggarai, tidak semua perkawinan cako direstui Mori agu ngaran (Tuhan Pencipta). Orang Manggarai percaya bahwa Tuhanlah yang menentukan apakan perkawinan itu direstui atau tidak. Ada bukti bahwa perkawinan cako tidak direstui, bahwa kedua insan yang menikah itu mati pada usiamuda sebelum memperoleh anak.Perkawinan cako cama salang artinya perkawinan yang dilangsungkan dengan sesama anak wina. Dalam konteks ini belis tidak dituntut sesuai dengan kemampuan kita. Berlaku ungkapan tama beka salang agu beka weki(yang terpenting terjadi hubungan kekeluargaan).

NB, catatan dari JeF: contoh cako (sako): Nesty Nami (dari Wela, Kab. Manggarai) dengan Mias dari Sama (Kuwus, Manggarai Barat). Sama-sama dari suku yang sama (Maras Welo). Sama-sama satu leluhur. Orang Maras Welo tersebar di Wela, Goloworok, Sama dan Senda / Lewur.


Istilah-istilah yang ada pada sistem kekerabatan berdasarkan hubungan perkawinan  ini adalah:
ü  Anak rona dan anak wina
Dalam konteks budaya Manggarai yang dimaksudkan anak rona adalah pihak pemberi istri atau keluarga asal istri, sedangkan anakwina merupakan sebutan untuk keluarga dari pihak suami.
ü  Kesa dan ipar
Kesa merupakan panggilan untuk saudara dari istri, sedangkan ipar merupakan panggilan untuk saudari dari suami.
ü   Inang dan amang
Inang  merupakan panggilan untuk mama mantu, sedangkan amang merupakan panggilan untuk bapa mantu.
ü  Wina dan rona
Wina merupakan panggilan untuk seorang istri oleh suaminya, sedangakan rona merupakan panggilan untuk seorang suami oleh istrinya.

2.2   Berdasarkan Hubungan Keturunan
            Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan keturunan  merupakan hubungan seorang individu dengan istri dan anak-anak kandungnya sendiri. Dalam masyarakat Manggarai, ada beberapa istilah yang berhubungan dengan sistem kekerabatan ini, yakni:
  • Ema
Ema merupakan panggilan untuk seorang ayah oleh anak-anaknya.
  • Ende
Ende merupakan panggilan untuk seorang ibu oleh anak-anaknya.
  • Nana
Nana merupakan panggilan untuk anak laki-laki oleh orang tuanya.
  • Enu
Enu merupakan panggilan untuk anak perempuan oleh orang tuanya.



 2.3  Sistem Kekerabatan Berdasarkan Hubungan Darah
Sistem kekerabatan berdasarkan hubungan darah merupakan hubungan seorang individu dengan saudara-saudari kandungnya. Dalam masyarakat ada beberapa istilah yang terdapat dalam sistem ini, yakni:
  • Nara
Nara  merupakan panggilan untuk saudara oleh saudarinya.
  • Weta
Weta merupakan panggilan untuk seorang saudari oleh saudaranya.
  • Ase
Ase merupakan panggilan untuk seorang adik oleh kakanya.
  • Kae
Kae merupakan panggilan untuk seorang kakak oleh adiknya.

Secara umum, beberapa istilah yang dikenal dalam sistem kekerabatan Manggarai antara lain wae tua (turunan dari kakak), wae koe (turunan dari adik), ana rona (turunan keluargamama), ana wina (turunan keluarga saudara perempuan), amang (saudara lelaki mama), inang (saudara perempuan bapak), ema koe (adik dari bapak), ema tua (kakak dari bapak), ende koe (adik dari mama), ende tua (kakak dari mama), ema (bapak), ende (mama), kae (kakak), ase (adik), nana (saudara lelaki), dan enu (saudara wanita atau istri).

III. PENUTUP
            Hubungan kekerabatan dalam masyarakat Manggarai menggambarkan betapa pentingnya hubungan tersebut. Ketiga asas hubungan kekerabatan masih dapat dipertahankan oleh masyarakat Manggarai agar keturunan yang diperoleh lewat hubungan perkawinan, keturunan dan darah dapat terjaga dengan baik. Budaya Manggarai menekankan aspek keseragaman dalam menjalankan hubungan kekerabatan yang pasti agar tidak membingungkan anak dan cucu masyarakat Manggarai di kemudian hari.