Kamis, 15 Mei 2014

Komodo - berita dan kisah (nunduk)


DRGN-1: Rahasia Jutaan Tahun 'Kesaktian' Komodo


https://news.detik.com/berita/d-4476760/drgn-1-rahasia-jutaan-tahun-kesaktian-komodo?_ga=2.142412978.1262504985.1553071232-803668251.1548723683

Danu Damarjati - detikNews
DRGN-1: Rahasia Jutaan Tahun Kesaktian KomodoIlustrasi (Foto: dok. Shutterstock)
Labuan Bajo - Gigitan komodo memang mematikan. Namun reptil purba ini menyimpan senyawa luar biasa yang terkandung dalam darahnya. Senyawa itu diduga membuat 'sang naga' sukses melewati jutaan tahun tanpa punah seperti banyak saudara dinosaurusnya.

Senyawa itu disebut DRGN-1, yang tersimpan dalam darah komodo. Peneliti dari Amerika Serikat yang tak pernah menginjakkan kaki di Pulau Komodo berhasil mengambil 'kesaktian' dari darah sang naga, julukan untuk reptil langka ini yang sudah ada di bumi sekitar 4 juta tahun lalu.

Penemunya adalah Barney M Bishop dan kawan-kawan, para ahli kimia dari Universitas George Mason, Amerika Serikat. Mereka mulai menemukan keunikan darah komodo mulai 2013. Bishop tak pernah melihat komodo di alam liar dan dia sadar sepertinya tak akan ke Pulau Komodo secara pribadi karena butuh biaya banyak untuk mencapai pulau di Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur itu. Bishop mendapatkan darah itu dari seekor komodo yang dipelihara di Peternakan Aligator Taman Zoologi St Augustine, Florida. Komodo itu bernama Tujah. Setitik darah dia ambil dari ekor Tujah pada 2012. 

Dilansir BBC, air liur komodo membawa sekitar 80 jenis bakteri, termasuk beberapa jenis yang bisa mengakibatkan keracunan darah lewat luka gigitan komodo. Bakteri itu juga bisa membuat manusia mati setelah digigit komodo. Namun komodo sendiri tidak teracuni oleh bakteri-bakteri itu. Mereka kebal terhadapnya, bahkan saat digigit oleh komodo lainnya. 

Mereka menemukan senyawa protein kecil yang disebut DRGN-1. Rekan sepenelitian Bishop, yakni Monique van Hoek menjelaskan, senyawa itu terkandung dalam darah sang naga. DRGN-1 adalah rahasia kenapa komodo tidak keracunan oleh bakterinya sendiri, meski mangsanya mati dan menjadi bekal bertahan hidup si reptil dari zaman ke zaman.

DRGN-1: Rahasia Jutaan Tahun 'Kesaktian' KomodoFoto: Barney M Bishop dari George Mason University, AS (Dok situs GMU)

DRGN-1 bekerja dengan baik pada luka tikus laboratorium, padahal luka tikus itu telah diolesi bakteri super (superbugs), terdiri atas Pseudomonas aeruginosa dan Staphlyococcus aureus yang punya reputasi buruk sulit untuk ditangani. DRGN-1 ternyata mampu menyembuhkan luka pada tikus itu dengan lebih cepat. Para peneliti membuka kemungkinan DRGN-1 juga bisa berguna sebagai antimikroba untuk tubuh manusia.

Dilansir dari situs resmi George Mason University, proyek penelitian ini didanai USD 7,57 juta oleh lembaga Departemen Pertahanan Amerika Serikat bernama Agensi Pengendalian Ancaman Pertahanan (DTRA). Bila dihitung dengan nilai tukar saat ini, dana itu sekitar Rp 99 miliar. Penelitian ini dimaksudkan untuk membantu para tentara agar cepat sembuh dari luka akibat senjata biologis. 

DRGN-1 punya kemampuan menghancurkan biofilm (kumpulan sel mikroorganisme) yang melindungi bakteri. Setelah menghancurkan sistem pertahanan bakteri itu, DRGN-1 membunuh bakteri dan mendorong sel pasien yang terluka untuk cepat pulih. Namun penelitian ini masih perlu dilanjutkan ke arah pengembangan obat untuk hewan, barulah kemudian bisa dikembangkan ke arah produk untuk manusia.

Bagaimana mengambil DRGN-1 dari darah komodo?

DRGN-1 memang terkandung dalam darah komodo. Namun cara mendapatkan DRGN-1 bukan hanya dengan mengambil darah komodo saja, apalagi meminumnya, jelas tidak semudah itu. Cara mendapatkan zat pembunuh bakteri itu cukup rumit. 

"Sintesis peptida DRGN-1 ini bukan peptida alami dari naga komodo, namun peptida itu adalah hasil pengubahan supaya potensi dan kestabilannya lebih kuat," kata Van Hoek.

DRGN-1: Rahasia Jutaan Tahun 'Kesaktian' KomodoKomodo di Pulau Rinca. (Moch Prima Fauzi/detikcom)

Pertama-tama, plasma darah diambil dari komodo. Peneliti kemudian mendapatkan satu protein kecil dari darah komodo bernama VK25. Setelah berhasil mendapatkan VK25, para peneliti membalik susunan asam amino pada N-terminal dalam VK25 itu. Barulah setelah itu mereka mendapatkan DRGN-1.

"Hasil studi ini adalah peptida (protein kecil) turunan histon (protein yang larut dalam air) berperan lebih besar terhadap imunitas bawaan naga komodo (komodo dragon) ketimbang dugaan sebelumnya," demikian kesimpulan Barney M Bishop dkk dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Proteome Research pada 2017.

Obat gigitan komodo?

Gigitan komodo sendiri adalah horor bagi manusia, meski penduduk asli Pulau Komodo relatif jarang mengalami kasus gigitan komodo. Air liur komodo dipercaya sebagai sumber mautnya. Selain itu, komodo punya kelenjar bisa.

Dilansir ABC dari berita 9 Agustus 2017, bisa komodo ini mengandung zat anti-penggumpalan darah. Associate Professor dari Universitas Queensland, Bryan Fry, memeras bisa komodo dengan cara membiarkan komodo itu menggigit tabung karet. 

Liur berbakteri plus bisa komodo itulah yang menjadi senjata komodo. Soal obat gigitan komodo, belum ada yang berani mengklaim mempunyainya. Hasil penelitian dari Universitas George Mason di atas menjadi kabar yang cukup menggembirakan meski tidak langsung dikatakan itu bisa menyembuhkan gigitan komodo. 

Kasmir Wan (37), warga Taman Nasional Komodo yang menjadi pemandu wisatawan (natural guide/ranger) di Loh Buaya, menceritakan kepada detikcom, Senin (25/2/2019), rekan kerjanya pernah digigit komodo dan dilarikan ke rumah sakit di Bali. Selama dua pekan dirawat di rumah sakit, rekannya tidak menunjukkan tanda membaik.

"Kemudian salah satu orang tua di Pulau Komodo menyarankan agar rekan kami meminum air pelepah gebang yang ditumbuk. Teman kami meminumnya, dan dia mengatakan langsung segar dari kepala sampai kaki," kata Kasmir. 

Belum ada penelitian bahwa gebang (Corypha utan) mengandung zat yang bisa menyembuhkan gigitan komodo. Yang jelas, gebang merupakan makanan umum anggota suku Komodo pada zaman dulu. Saat ini gebang mulai ditinggalkan sebagai makanan karena pengolahannya yang repot dan pohon gebang di kawasan Taman Nasional juga tidak boleh ditebang.

DRGN-1: Rahasia Jutaan Tahun 'Kesaktian' KomodoFoto: (CNN Travel)

Kasus gigitan komodo terhadap penduduk kampung cukup jarang meski pernah terjadi. Serangan mematikan pernah terjadi pada 2008. Peristiwa itu menjadi duka Jemaing (38) karena anak bungsunya yang masih kecil harus meninggal dunia setelah diserang komodo. Dia meminta agar Desa Komodo dipagari supaya komodo tidak masuk ke permukiman warga. Selama ini komodo sering menyerang kambing dan ayam warga.

Selain Jemaing, ada Heri (29) yang ditemui detikcom di Desa Komodo. Dia memperlihatkan jejak serangan komodo di tangannya, berupa bekas luka sepanjang 15 cm. Serangan terjadi pada 2001 saat dia masih kelas III SD. Beruntung, dia tak digigit, luka itu didapat dari cakaran komodo. 

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.


Selasa 19 Maret 2019, 12:46 WIB
https://news.detik.com/berita/d-4474090/bertemu-suku-komodo-saudara-kandung-kadal-purba-legendaris

Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba Legendaris

Danu Damarjati - detikNews
Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba Legendaris Foto ilustrasi: Komodo di Pulau Rinca. (Moch Prima Fauzi/detikcom)
Labuan Bajo - Manusia dan alam sejatinya adalah saudara. Merusak alam adalah merusak persaudaraan suci. Itulah kearifan yang tersimpan dalam mitologi Suku Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tim detikcom bersama Teras BRI Kapal Bahtera Seva II sandar di dua pulau yang dihuni suku asli tersebut, yakni Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Penampilan anggota Suku Komodo tak ubahnya kebanyakan warga Indonesia lainnya. Mereka hidup modern di pulau kecil ini. Pakaian, alat komunikasi, hingga pendidikan dasar, semua sama saja dengan yang dimiliki warga lain di luar pulau. Meski kini penampilan mereka tak terlalu berbeda dengan suku-suku lain di kawasan ini, namun konon Suku Komodo memiliki ciri spesifik pada zaman dulu.

"Saya lahir tahun 1955, keturunan (suku) Komodo dulu itu sedikit berbeda dengan keturunan lain, daun telinganya lebar," kata Ishaka saat berbincang dengan detikcom di dekat dermaga Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, Senin (25/2/2019).



Ishaka adalah orang yang dituakan di desa ini, merupakan keturunan langsung Suku Komodo melalui garis bapak dan keturunan Bima dari garis ibu. Dia mampu berbahasa Komodo, Bima, Bajo, dan sedikit Bahasa Manggarai. Meskipun asli orang Komodo, namun ukuran telinga Ishaka nampak normal saja.

Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba LegendarisIshaka dari Pulau Rinca (Moch Prima Fauzi/detikcom)

Cerita soal Suku Komodo bertelinga lebar itu ternyata juga diakui oleh Suku Komodo yang hidup di Pulau Komodo. Saya menemui tokoh masyarakat di sini, yakni Haji Amin Bakar (64). Dia menceritakan Suku Komodo bertelinga lebar terakhir hidup saat dirinya masih kecil pada dekade 1960-an. Namun pria tersebut meninggal dunia tanpa mewariskan keturunan kandung. Amin masih ingat nama dia.

"Namanya Ompu Segenong, orang Komodo asli," kata Amin di rumah panggungnya, Rabu (27/3/2019). Ompu atau Umpu adalah sebutan masyarakat setempat untuk sesepuh.



Meski kini tak ada lagi orang Komodo bertelinga lebar, namun Amin menolak mentah-mentah anggapan bahwa Suku Komodo asli sudah punah. Suku komodo asli bukan hanya berasal dari Ompu Segenong saja, tapi banyak anggota Suku Komodo asli di masa lalu yang masih mengalirkan keturunannya sampai zaman ini.

Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba LegendarisAnak-anak di Pulau Rinca. (Dikhy Sasra/detikcom)

Baik Ishaka maupun Mansyur punya legenda yang serupa tapi tak sama tentang komodo. Cerita legenda itu mereka dapatkan dari mulut ke mulut secara turun temurun. Nilai yang terkandung dalam cerita itu sama, yakni manusia dan komodo adalah saudara kandung. Kadal purba itu tak boleh disakiti.

Ishaka di Pulau Rinca mengisahkan, zaman dahulu kala turunlah putri kayangan ke dunia. Sang putri bertemu seorang pria di dunia dan akhirnya mereka saling mencintai. Dari hubungan keduanya, sang putri melahirkan seorang manusia dan sebutir telur yang menetas menjadi Ora/Orah yang tak lain dan tak bukan adalah sebutan masyarakat setempat untuk hewan komodo.



Ora yang merupakan komodo betina ini tumbuh besar dan akhirnya lepas dari rumah. Saudara manusianya tak mengenali lagi bahwa dia punya saudari komodo. Bahkan saat berburu, si manusia hendak memanah si komodo. Namun ibundanya mencegah, "Jangan! Itu saudarimu!"

Amin di Pulau Komodo menyampaikan kegelisahannya, saat ini mitologi komodo banyak dibumbui dengan bunga-bunga yang tidak asli. Cerita bisa sangat bervariasi tergantung siapa yang bercerita. Namun berdasarkan cerita yang diwarisinya secara turun-temurun, mitologi komodo berawal dari sesepuh bernama Ompu Najo. Dia punya putri hamil sembilan bulan. Putri dari Ompu Najo bersalin dengan selamat, dari rahimnya lahir dua makhluk. Pertama, komodo betina yang disebut Sebai yang artinya 'sebelah' dalam bahasa setempat. Kedua, bayi laki-laki yang diberi nama Derum (dibaca: Drom).

Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba LegendarisSuasana permukiman Suku Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. (Dikhy Sasra/detikcom)

Ora (komodo) bagi masyarakat Komodo bakal dipanggil sebagai Sebai bila ora tersebut berpolah mengganggu. Mereka akan mengusir reptil itu dengan kata-kata, "Sebai! Laho diu! (Sebai! Pergi jauh!)" Komodo dipercaya bakal mengerti kata-kata itu dan akan menyingkir dari manusia.

Kini di Pulau Komodo maupun Rinca, kearifan itu tetap berusaha dijaga supaya manusia bisa terus hidup damai bersama alam. Pendatang dari luar pulau tetap diterima dengan baik dan bahkan melebur ke dalam masyarakat sini lewat kawin-mawin. Arus modernisasi juga mengubah pola hidup masyarakat, dari yang tadinya masyarakat berburu menjadi masyarakat nelayan, dari masyarakat nelayan menjadi masyarakat pariwisata.

Berburu rusa adalah kegiatan yang dulu sering dilakoni masyarakat Suku Komodo, meski kini sudah tidak dilakukan lantaran status kawasan ini masuk dalam Taman Nasional Komodo. Ishaka menjelaskan, aktivitas berburu masyarakat Komodo zaman dahulu bukanlah aktivitas yang merusak karena hanya mengambil seperlunya dari alam dengan peralatan yang sederhana.

Dulu, manusia masih menjadi satu dengan alam atau saudara kandung alam, bukan berstatus penakluk alam seperti era modern ini. Pada saat berburu rusa, masyarakat akan menyisihkan sebagian daging buruan untuk komodo. Tak ada cerita bahwa masyarakat yang berburu diserang komodo.

"Dulu kalau berburu, sebagian hasil buruan dikasih ke komodo. Dulu tidak terlintas rasa takut di hati bahwa saya akan digigit komodo, tidak pernah, karena dulu kita menyatu. Tapi kalau sekarang, hilang sudah, karena sudah tidak menyatu," kata Ishaka.

Bertemu Suku Komodo, Saudara Kandung Kadal Purba LegendarisSuasana permukiman Suku Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. (Dikhy Sasra/detikcom)

Saya menemui generasi yang lebih muda di Pulau Komodo, yakni Jafar Ali (41). Sebagai orang asli Kampung Komodo yang tinggal di sini sejak lahir, Jafar menjamin kadal dengan air liur mematikan itu jarang masuk ke perkampungan. Paling banter, komodo hanya jalan-jalan sampai di tebing pinggir desa. Padahal tak ada pagar khusus sebagai penghalang agar komodo tidak masuk desa.

"Komodo jarang sekali masuk perkampungan, karena orang di sini menurut cerita kan punya ikatan dengan komodo, jadi mereka tidak mengganggu. Kalaupun ada komodo yang masuk rumah, itu pertanda baik. Misalnya, kalau orang rumah sedang sakit maka orang-orang tersebut akan segera sembuh. Tapi itu jarang sekali," kata Jafar.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.


(dnu/mae)
Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu

Lebih Rinci Mengenal Komodo, Legenda dan Kawasannya



NUNDUK KOMODO: ORA dan  ARI
https://www.facebook.com/gabriel.mahal.58



ORA, begitu nama yang dikenal masyarakat P. Komodo untuk Komodo. Saya coba menggambarkan moment pertemuan Ari dengan Ora saat Ari menemukan Ora sudah menjelma jadi Komodo. Legenda Komodo.





Catatan saya:
Benarkah pelukisan Gabriel  Mahal ini?   Benarkah Ari - manusia - perempuan?  Hemat saya   Ari itu laki-laki.  Dalam hikayat (nunduk) Komodo dikisahkan bahwa Putri Naga Komodo  dan Majo menikah lalu melahirkan  2 anak kembar laki-laki, Gerong dan  Orah. Gerong  tumbuh sebagai manusia biasa, sedangkan Orah menjadi  binatang (Komodo).

 

Asal Mula Komodo Bernama Orah, Dilahirkan oleh Putri Naga

Dhani Irawan - detikNews
 http://news.detik.com/read/2015/06/08/040918/2935761/10/asal-mula-komodo-bernama-orah-dilahirkan-oleh-putri-naga?n991103605

Senin, 08/06/2015 04:11 WIB

Asal Mula Komodo Bernama Orah, Dilahirkan oleh Putri Naga

Dhani Irawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Asal Mula Komodo Bernama Orah, Dilahirkan oleh Putri Naga Foto: Dhani/detikcom
Jakarta - Komodo merupakan spesies kadal raksasa yang hanya ditemukan di 4 pulau di wilayah Nusa Tenggara Timur yaitu di Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Pulau Rinca dan Pulau Komodo itu sendiri. Reptil raksasa itu adalah hewan endemik dan dilindungi.

Di Pulau Komodo sendiri terdapat sebuah kampung yang dikenal dengan nama Kampung Komodo. Meskipun komodo dikenal berbahaya lantaran air liurnya yang mengandung bakteri mematikan, kedekatan kadal raksasa itu dengan masyarakat ‎tak terlepas dari cerita rakyat yang dipercaya penduduk setempat.

Ketika detikcom bersama dengan tim Ekspedisi NKRI 2015 menjelajah Pulau Komodo, ‎Selasa (2/6/2015) lalu, beberapa ekor komodo dapat ditemui tengah bersantai di habitat mereka. Seorang pawang atau biasa disebut ranger bernama Nurdin mengatakan meskipun komodo terlihat santai tapi sebenarnya mereka tengah siaga.

"Jadi harus hati-hati dan tidak boleh terlalu dekat. Karena komodo kalau berlari itu sangat cepat, jadi hati-hati," ucap Nurdin saat menemani menjelajah Pulau Komodo.

Selain itu, Nurdin juga mengisahkan cerita rakyat mengenai asal mula komodo. Para pengunjung yang ingin tahu lebih jauh pun dapat melihat sebuah banner yang menceritakan mengenai komodo itu.

"Komodo itu saudara jadi dilindungi, ada cerita rakyat juga yang dipercaya tentang asal komodo," kata Nurdin.

Dikisahkan pada zaman dahulu‎ ada seorang putri bernama Putri Naga yang tinggal di pulau tersebut. Sang putri menikah dengan seorang pemuda yang dipanggil Moja.

Tak berselang lama, sang putri pun mengandung dan dikaruniai dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki. Namun anehnya, salah satu bayi itu bukan merupakan bayi manusia tetapi kadal.

Si anak laki-laki diberi nama Si Gerong dan dibesarkan di kalangan manusia. Sementara kadal itu diberi nama Orah dan dilepaskan di hutan.

Waktu pun berlalu hingga Si Gerong menjadi seorang pemuda yang tangkas. Suatu ketika Gerong hendak berburu rusa di hutan dengan sebuah tombak ketika itu menjumpai kadal raksasa.

Gerong lantas mengejar kadal raksasa itu dan hendak membunuhnya dengan tombak. Tiba-tiba, si Putri Naga muncul dan mencegah Gerong menghunuskan tombaknya ke arah kadal raksasa tersebut.

Si Putri Naga memberitahu Gerong bahwa kadal raksasa itu adalah komodo yang merupakan saudara kembar Gerong. Selepas dari kejadian itu, masyarakat sekitar memperlakukan komodo itu dengan baik.

Komodo hidup di hutan dengan berburu hewan lain seperti rusa, kambing atau babi hutan. Kadal raksasa itu pun hidup berdampingan dengan manusia sampai saat ini.

 

  NB:  Kisah tentang  Komodo (buaya) yang  berasal dari manusia  bisa disimak juga dengan kisah  di Sumatra seperti kisah berikut ini. 

Baca: Kesaksiannya Viral, Wanita di Jambi Ini Ngaku Lahirkan Bayi Kembar, Manusia dan Buaya Betina  (http://bangka.tribunnews.com/2018/01/31/kesaksiannya-viral-wanita-di-jambi-ini-ngaku-lahirkan-bayi-kembar-manusia-dan-buaya-betina?page=4



Travel / News

Komodo Dikenal Dunia, Wisatawan ke NTT Meningkat

Kamis, 15 Mei 2014 | 21:14 WIB 
http://travel.kompas.com/read/2014/05/15/2114511/Komodo.Dikenal.Dunia.Wisatawan.ke.NTT.Meningkat
Description: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/05/15/2052286wisman1780x390.jpgKOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (13/5/2014).

LABUAN AJO, KOMPAS.com - Sejak diperkenalkan sebagai 7 keajaiban dunia baru, nama binatang komodo semakin dikenal dunia. Dampaknya sangat terasa bagi pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini, wisatawan semakin meningkat menuju Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini tak terlepas dari semakin bertambahnya jumlah penerbangan kota di ujung barat Pulau Flores itu.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Alexander Sena, dalam bincang-bincang dengan Kompas Travel, Sabtu (10/5/2014) mengakui bahwa Sail Komodo 2013 memberi dampak signifikan terhadap pariwisata di NTT. Data menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke NTT pada 2013 mencapai 80.810 wisatawan atau meningkat dari tahun 2012 sebanyak 47.000 wisatawan. Sementara jumlah kunjungan wisatawan domestik pada 2013 mencapai 800.000 wisatawan atau naik tajam dari 2012 sebesar 349.000 wisatawan.

"Kami ingin jadikan NTT sebagai provinsi pariwisata dan ingin mewujudkan NTT sebagai salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia," kata Alexander.

Menurut Alexander, ikon utama pariwisata NTT adalah Komodo, Danau Kelimutu, desa wisata Wae Rebo, penangkapan paus di Lamalera, perayaan Semana Santa di Larantuka, serta Pasola di Sumba Barat. "Banyak destinasi wisata yang tersebar di pulau-pulau di NTT. Ada keindahan laut di Pulau Komodo, Alor, 17 Pulau Riung, Rote, Teluk Maumere. Taman nasional ada di Kelimutu dan Komodo. Belum lagi kekayaan biota lautnya," ujar Alexander yang menduduki jabatan Kadis Pariwisata NTT sejak Desember 2013.
Description: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/05/15/2059370rincaa780x390.jpgKOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Rinca, Laabuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (12/5/2014).
Untuk itulah tahun ini, Dinas Pariwisata NTT memiliki sejumlah program, antara lain mendirikan Badan Promosi Daerah, penerbitan buku dan menambah sejumlah desa wisata. "Tahun 2012 ada 77 desa wisata. Kami akan tambah 50 desa wisata lagi hingga 2018," kata Alexander.

Selain itu, lanjut Alexander, NTT bersama 10 provinsi lainnya akan mendirikan kantor pemasaran bersama di Kuta, Bali, di mana biaya akan ditanggung bersama.

"Kami juga merintis kerja sama segitiga pertumbuhan antara NTT, Australia dan Timor Leste. Kita harapkan akan ada penerbangan langsung Kupang (NTT) - Darwin (Australia). Sebelumnya penerbangan Kupang-Darwin dilakukan oleh Merpati. Itu sudah 14 tahun lalu terhenti. Sekarang turis Australia ke Kupang harus lewat Bali. Itu kan jauh," paparnya.

Alexander pun menyambut baik penyelenggaraan Festival Komodo di Labuan Bajo, Minggu (11/5/2014) yang digabung dengan acara Asia Pacific Hash 2014 di Labuan Bajo. Festival Komodo merupakan salah satu bentuk promosi pariwisata untuk menunjukkan kepada wisatawan salah satu destinasi wisata NTT.
Description: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/05/15/2107488wisatawan-komodo780x390.jpgKOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan menyaksikan komodo di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/5/2014).
"Wisatawan bisa melihat langsung obyek wisata di Labuan Bajo. Ini sangat berbeda jika melihat di televisi. Harapan kami jika mereka kembali ke negaranya, mereka bisa cerita kepada saudara atau teman soal keindahan Labuan Bajo," kata pria kelahiran di Bajawa ini.

Namun, kendala utama soal infrastruktur diakui Alexander sebagai persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama. Dinas Pariwisata tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus melibatkan instansi lain seperti perpanjangan landasan lapangan terbang serta pembangunan dermaga sebagai tempat sandar kapal pesiar.

: I Made Asdhiana
Editor
****



https://www.youtube.com/watch?v=bFxAmw7tLQY

KOMODO SAUDARA KEMBAR KAMI. KISAH ASAL MULA LEGENDA KOMODO


Menurut kisah  Komodo  merupakan kembaran (sebae)  manusia. Kembaran (sebae) manusia yang menjadi Komodo ini disebut Ora. Komodo (ora) hanya  mengkonsumsi daging. Komodo (Ora) sering memakan ayam tetengga. Tetangga komplain kepada orang tua Ora. Maka sejak saat itu Ora  meninggalkan orang tua dan kembarannya  dan tinggal di hutan. Sesekali Ora datang ke kampung untuk menjenguk orang tua  dan  kembarannya. 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar