Sabtu, 09 Mei 2015

RITUS ADAT SAAT MEMBANGUN RUMAH

Ketika membangun rumah,  orang Manggarai mengadakan ritus. Ritus ini bertujuan agar pembangunan rumah ini berjalan lancar, aman dan penuh berkat. Berikut ritusnya:
  1. Raket tana / semen. Sake  fundasi  kudut  raket tana (semen) (= Peletakan Batu Pertama). Hewan kurban yang dibutuhkan saat ini adalah ayam jantan berbulu merah (manuk lalong  Sepang) . Tujuan pengurbanan ini adalah untuk memohon restu dan dukungan roh tanah (naga tana)    atas rencana pembangunan rumah tersebut. Setelah didaraskan doa, ayam disembelih, darahnya dicurahkan ke  lubang  fundasi  rumah.Ini penting agar roh tanah tidak terganggu  atau terpancing oleh provokasi pihak lain yang merugikan pemikik rumah, misalnya sakit, dll. Hal yang sama untuk para tukang. "neka jie'r lime, neka kandit wai' (semoga tangan tidak kesemutan / janganlah kaki terpeleset).
  2. Raum Bubung (tuntas pemasangan atap). Hewan yang dibutuhkan adalah  ayam jantan putih (manuk lalong bakok).  Dalam pembangunan rumah, ada banyak kayu yang dipakai.Kayu-kayu itu boleh jadi diambil dari berbagai tempat. Pada tempat dan kayu itu ada roh (penjaga). Mereka  perlu disapa, diajak untuk turut berpartisipasi demi mendukung tuan rumah. Kayu-kayu itu diharapkan akur, cocok, harmonis, tidak saling memusuhi tetapi saling bahu membahu, kerja sama demi  kehidupan pemilik rumah yang lebih baik. Ayam jantan putih didoakan (torok) oleh tetua' adat  lalu disembelih. Darahnya dicurahkan / dioleh pada  seng / atap. Tujuan dari upacara pemenyembelihan manuk lalong bakok  raum bubung adalah agar  atap (seng, dll)  kokoh, tidak cepat rusak. "Neka larong ri', neka langgar wancang, neka bete bele, neka muntung  wunut, neka ngeto betong (atap hendaklah kokoh,  alang-alang jangan berlubang /berlubah, belahan bambu jangan berjarakan / bercelah, jangan;ah seng berlubang, janganlah bambu berayap.
  3. Manuk we' mbaru. Hewan yang dibutuhkan adalah  ayam jantan putih (manuk lalong bakok). Inilah momen memasuki / menghuni rumah baru. Tujuan  acara ini adalah  agar semua penghuni yang menghuni ruma diberika kesehatan. " Neka ligot siong, neka pedeng menes"  (Jangan menampung kedinginan, jangan memberikan kedinginan) Selanjutnya  bila  perekonomian memungkinkan maka  bisa disembelihkan anjing / babi demi menjamu tamu / tetangga / keluarga yang hadir saat itu.
  4.  
      JPS, 9 Mei 2015, berdasarkan telepon dengan Kesa Largus Gagut, 9 Mei 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar