Rabu, 29 Mei 2013

CARA PIKIR ORANG MANGGARAI:SIKLIS

Bagaimana cara pikir orang Manggarai? Cara pikir orang Manggarai bersifat siklis / melingkar / berulang-ulang. Segala sesuatu akan kembali. Segala perbuatan akan kembali  efeknya ke dalam  diri / klan / suku / kampung.
Hal ini dinyatakan  dalam ungkapan berikut:
  1. Mose  ho' / (tombo so')   bom salang tuak landing salang wae teku tedeng. (Hidup ini/ perkataan ini - tentang suatu hal) bukan jalan air tuak / nira (bisa ditinggali manakala sudah kering/ tidak ada nira pada pohon enau) tetapi jalan  menuju mata air yang mana setiap orang selalu datang untuk menimbanya. Jika mendatangi pohon enau untuk menyadap nira .tuak  hanya pada saat tertentu saja, sedangkan datang ke sumber mata air dilakukan secara terus menerus tanpa henti. Jalan menuju pohon tuak - untuk sadap nira temporal -, sedangkan jalan menuju mata air - untuk timba air, cuci, mandi - permanen.
  2. Lando teu, te' muku, seru wohe (Tebu  berbuang), pisang akan masak (matang), tali pencocok hidung  lapuk. Segala sesuatu ada masa berakhirnya (kedaluwarsa).  Segala perbuatan akan memberikan pengaruh untuk hidup. Siapa menabur angin akan menuai badai, siapa menabur kebaikan akan menuai kasih. Siapa berbuat jahat akan mendapat celaka / petaka / hukuman, siapa berbuat baik akan mendapat pahala. Maka dari itu, jangan sombong.  Ikutilah teladan padi: kian berisi kian merunduk.
  3. Lonto leok: One sekeng tombo adak, ata Manggarai lonto leok (du tombo)  ko  hese  leok (du danding. Leok hitu bulat, toe manga dopon. 
  4. Niang /  bulat / leong. Mbaru adat Manggarai bentuk niang / leong. Ne n ggitu kole bentuk uma lodok, leong. Toe manga dopon, toe manga  semol. 
  5.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar