Kamis, 10 Januari 2013

LOKE NGGERANG -versi mahasiswa

Loke Nggerang   ........ sale mai Ndoso.

Loke Nggerang, apa hitu?
Loke Nggerang hitu gendang ata  pande one mai loke de ata  molas hiot  bakok wekin agu rae wuk (nggera ) . Gendang hitu  na'  one  mbaru Gendang Todo, Manggarai.
Ngasang te tu'ng ata molas  ho' hi  Wela Loe. Wela Loe hoo ata ine wai  hiot molas........................... keta. Do ata nanang hia, mai one mai roeng rapi ropes wiga raja le istana. Hia ho'anak de  darat. Raja Todo agu Bima  manga niak te kawing agu  hia  Nggerang. Ogo hia. Paksa le raja. Raja Todo / Bima  ngerek ise dalu Ndoso agu sangged roeng.  Ota Ndoso so' deko hi Nggerang  pake wase ajo. Haeng. Du deko le wase wunut to nganceng haeng. Wase  ajo  hitu silingn. Ai nggerang ho'anak de darat wiga perlu deko le  wase rud (wase de  darat).
Nggerang ogo te kawing agu Raja Todo.Maik Raja ga susung te mbele hia. Sisik loken te pande Gendang lain. Eme tebang gendang loke Nggerang denge lau Mori Bima.
Ata Todo, eme ngo lau Ndoso, nganceng beti / mata lain ise.

Menurut ise Todo,
Nggerang (Wela Loe)  ho'  ine wai molas teot lau mai wae Rangges - Ndoso.Hia loas   hasil kawing de ine wai(darat) agu ata rona (manusia). Wajol molas,do keta ata ngoeng agu hia,termasuk raja Todo kole. Hia Nggerang manga nain agu Raja Todo. Du randang lingko Sombeng  sili Todo Pongkor,  Nggerang jadi paca /helang laing du randang  lingko Sombeng ho'. Mbele du hitu hia. Loke tonin  agu tukan ga pande gendang laing. Gendang Loke Nggerang (Wela  Loe)  ho'  manga sili Todo,one  mbaru  adak  Niang Wowang.

(Damian N. Toda,Manggarai mencari pencerahan Histografi,N.I Ende p. 304).
NB:
Apa hubungan tombo Nggerang  agu:
  1. Rei'ng data tua'  neka okek keba  hang?  Hang hitu manusia (Wela Loe / Nggerang).Oke hang=oke manusia.
  2. Tombo ireng (seki) uku Welo(neka hang Pake): Empo de uku Welo one  mai Pake.(nggasan:Awang.Awang ho'ema diha  Nggerang). Manga sekeng one Manggarai, duhu  ru' pau' pake eta mai awang. Duhu ru /usang. Ema diha Nggerang  eta mai   beon, hi  awang  ngasangn.Toe  hanang  uku Welo (Maras Welo - one Wela, one Sano / Goloworok, one Maras - Belang turi, one Sama - Kuwus, One Senda - Lewur - Kuwus) landing uku iwod  kole, neho rapang: uku Karot Lelak. One Karot Lelak, manga uku ata toe hang  pake (pake lempang  golo).
  3. Gendang te losi poti rantang darat? Ai gendang ho'  (Wela Loe) pande one mai  weki de darat agu manusia. Wiga eme denge runing weki rud (darat) bae lise. Kawe le weki rud lebi dia / bae daripada kawe  lata.
  4.  



http://stat.ks.kidsklik.com/statics/u/prf/1162495161360777285249954838.jpg
Saya berasal dari Kabupaten Manggarai Barat,Propinsi Nusa Tenggara Timur, Saya lahir dan dibesarkan disebuah Desa terpencil [Desa Lumut,Kec.Kuwus, Kab. Manggarai Barat ] karir Pendidikan Saya dimulai dari Tahun 1997-2003 di SDK Rewas kec.Kuwus. Tahun 2003-2006 di SMPK Ndoso Tentang, Tahun 2006-2009 SMA ST. Fransiskus Xaverius Ruteng. Tahun 2010- Sekarang Mahasiswa di Universitas Dwijendra Denpasar.

REP | 21 February 2013 | 13:52
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/fiksiana/images/index_fixi_01_07.gif
116
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/fiksiana/images/index_fixi_01_09.gif
0
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/fiksiana/images/index_fixi_01_11.gif
Nggérang adalah gadis cantik yang dilahirkan oleh seorang ibu bernama Hendang. Hendang adalah makhluk yang berasal dari alam lain atau makhluk halus (dalam bahasa Manggarai disebut kakartana, dan dalam bahasa Jawa disebut peri). Ia aslinya berasal dari istana Pongkor Rangat, dibagian atasnya terdiri dari onggokan batu-bartu besar seperti bukit batu, dan dibagian bawahnya terdapat mata air yang dinamakan temek waé mata alo (rawa-rawa mata air delapan) dekat Ndoso. Ia menikah dengan seorang manusia biasa yang bernama Awang. Dengan demikian putri Nggérang, merupakan hasil perkawinan antara Awang dengan Hendang. Nama istri tersebut sama persis dengan nama anak wanita pertama dari Awang. Awang sebelumnya memiliki istri dengan nama Tana, dan memperoleh empat orang anak, satu anak laki-laki yaitu Para, dan tiga anak wanita, yaitu Hendang wanita pertama yang kawin dengan pemuda dari klan Wontong (Regho), wanita kedua kawin dengan pemuda yang berasal dari klan Kuleh yang bernama Howok, dan wanita ketiga kawin dengan pemuda yang berasal dari klan Pateng.
Kisah perjumpaan antara Hendang dan Awang. Pada suatu musim tanam, istri Awang yang bernama Tana (istri dari manusia biasa) menanam tebu di kebun yang bernama temek wae mata Alo (rawa-rawa dengan mata air delapan) dekat dengan dusun Ndoso, sebanyak 8 (delapan) rumpun (Simon Samu, Pongkal, 2005). Setelah tebunya sudah cukup tua sekitar bulan Maret atau April, tebu tersebut sudah bisa dipanen. Sebagaimana biasanya, tebu yang sudah siap dipanen, mengundang minat setiap orang yang lewat di situ untuk mengambilnya. Demikian juga dengan makhluk yang berasal dari alam yang lain, juga mengundang minatnya untuk mengambil tebu tersebut. Pada suatu ketika, pada hari Jumat tengah hari, dari 8 (delapan) rumpun tebu tersebut masing-masing hilang satu batang, tanpa diketahui siapa yang mengambilnya. Demikian juga pada hari Jumat kedua, dari 8 (delapan) rumpun tebu tersebut masing-masing hilang satu batang. Karena itu Awang pemilik tebu tersebut, ngo nggé (pergi menanyakan) kepada orang-orang di dusun Ndoso, namun tidak satu orang pun yang mengaku. Karena itu Awang pada hari Jumat ketiga, tengah hari mengintip mungkin ada orang yang akan mengambil tebunya lagi. Ternyata benar pada hari Jumat ketiga, tengah hari datanglah seorang gadis yang kelihatan hanya bayang-bayangnya saja, mengambil tebu satu per satu setiap rumpun, dan seketika itu juga Awang maju mendekat. Ketika gadis yang kelihatan hanya bayang-bayangnya saja, hendak mengambil tebu pada rumpun ke-8, maka seketika itu Awang hanya spekulasi merangkul bayang-bayang tersebut, dan ternyata bayang-bayang tersebut adalah sosok seorang gadis cantik jelita, yang tidak bisa menghindar. Ketika Awang menuntut pada gadis tersebut yang kondisinya sudah dalam wujud seorang wanita cantik jelita untuk membayar tebu tersebut, malahan sang gadis mengajak Awang untuk menghadap orang tuanya di istana Pongkor Rangat (bukit yang terdiri dari batu-batu yang bernama Rangat) dekat dengan kebun tersebut. Awangpun tidak keberatan dan dari situ mereka berdua berjalan bersama-sama menghadap orang tua sang gadis cantik jelita di istana Pongkar Rangat. Ketika keduanya sampai di rumah orang tua gadis cantik jelita di istana Pongkor Rangat, di hadapan orang tua sang gadis, Awang menanyakan kepada bapak dari gadis tersebut, benarkah gadis jelita ini anakmu? Malah orang tua sang gadis balik menjawab, gadis itu adalah istrimu yang bernama Hendang. Pongkor Rangat sehari-hari dilihat sebagai bukit yang terdiri dari tumpukan batu-batu besar yang tidak beraturan dan sangat sulit untuk dibongkar. Namun bagi Awang ketika itu dalam penglihatannya masuk ke sebuah istana.
Berdasarkan jawaban dari Ayah sang gadis jelita tersebut, Awang diterima dengan baik dan diberi bantal duduk, namun bantal untuk duduk tersebut adalah seekor népa (ular sawah). Orang tua Hendang meminta Awang untuk menikah dengan anaknya, dan untuk pasa (mas kawin), harus membawa, manuk lalong sepang (ayam jantan berbulu merah), ela raé (babi berbulu merah), dan mbé kondo (kambing berbulu merah putih), masing-masing satu ekor. Setelah pasa (mas kawin) berupa tiga jenis hewan tersebut di atas diserahkan, maka seketika itu juga Awang tinggal bersama dan hidup sebagai suami-istri di Pongkor Rangat. Awang sejak saat itu menghilang dari komunitas masyarakat Ndoso untuk beberapa bulan hingga istrinya melahirkan anak pertama, dan diberi nama Nggérang.
Setelah orang tuanya tahu bahwa Hendang telah melahirkan anak pertamanya, maka kemudian orang tuanya menyuruh mereka (Hendang, Awang, dan anaknya) untuk kembali tinggal di dusun Ndoso bersama komunitas masyarakat Ndoso. Hendang tinggal bersama dengan suami Awang dan anaknya di dusun Ndoso tidak terlalu lama, hal tersebut disebabkan Awang melanggar hingga tiga kali yang menjadi pantangan bagi istrinya Hendang.

2 komentar:

  1. terima kasih atas tulisanya...........
    saya baru tau cerita yang sebenarnya....
    #AtaRewas

    BalasHapus
  2. terimakasi aatastulisnn, samgata bermanfaat. sukses selalu. tane

    BalasHapus