Senin, 28 Januari 2013

TAKUNG LEKE CEBONG

Takung Leke Sebong

Takung = menyuap
Leke= Tempurung
Sebong= mandi

Takung leke sebong = menyuap tempurung mandi.
Masyarakat asli  Manggarai percaya bahwa Allah menganugerahkan kehidupan kepada kita  melalui (dengan perantaraan)   orang tua (lurang tali wua). Kualitas kehidupan kita sudah ditentukan sejak awal oleh Allah. Ada yang menerima tempurung  besar dengan isian penuh, ada yang menerima tempurung kecil dengan isisan sedikit. Kualitas tempurung itu Allah sendiri yang tentukan. Jadi hidup ini sudah ditakdirkan  akan hidup bagaimana dan berapa lama. Bila menerima air dalam tempurung besar  dengan isian penuh maka kehidupannya berlangsung lama. Sebaliknya bila mendapat tempurung kecil dengan isian sedikit maka bakal hidup tidak terlalu lama. Penerimaan tempurung sebagai wadah air kehidupan ini sudah dirancang sejak di dalam kandungan ibu. Ketika terjadi perkawinan antara Bapa dan mama sudah mulai disingkap rahasia ini melalui mimpi, misalnya mimpi  menimba  air. Ada macam-macam mimpi menimba air.


Maka


Ketika orang mengadakan upacara Takung Leke Cebong, sesungguhnya  dengan perayaan itu dimaksudkan bahwa kita memuliakan Allah Sang pemberi Kehidupan  melalui orang tua kita. Siap menghormati orang tua berarti  menghormati Tuhan. "Kitab  Suci Kristen memaklumkan" Hiang ga ende agu emam kudut cebo agu lewe mosem one lino."

Tahun 1989?............................., kelaurga Bp Gaspar Ngganggu - Ende Regina Jenaut mengadakan acara Takung Leke Sebong".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar